METRO PADANG

Ortu harus Perketat Awasi Anak Remaja, Antisipasi Tawuran, Polresta Bentuk Tim Pandeka

×

Ortu harus Perketat Awasi Anak Remaja, Antisipasi Tawuran, Polresta Bentuk Tim Pandeka

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO – Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno prihatin dengan maraknya aksi tawuran yang dilakukan remaja di Kota Padang saat awal Ramadhan. Hari kedua bulan puasa saja, sudah terjadi tawuran di kawasan Jembatan Pengambiran, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (6/5) pagi dan jembatan dekat SMA N 2 Padang, Rabu (7/5) dini hari.
”Kita menyayangkan aksi tawuran yang dilakukan para remaja. Apalagi ini dalam suasana bulan suci Ramadhan, dan dilakukan di saat usai sholat subuh jelang sahur. Agar kejadian ini tidak terus berulang, orang tua mesti melakukan kontrol kepada anaknya. Dibutuhkan pengawasan bagi orang tua yang punya anak remaja, agar jangan ikut-ikutan tawuran,” tegas Irwan, Rabu (7/5) di Auditorium Gubernur.
Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan orang tua, apalagi di bulan Ramadhan ini mesti diperketat. Apalagi, jika anak-anak izin untuk sholat ke masjid, pastikan terlebih dahulu jika memang mereka berada di masjid. Jangan sampai anak-anak remaja keluyuran ke mana-mana.
”Awasi betul mereka, jangan sampai ada gesekan di lingkungan sekitar dengan remaja lain sehingga berakibat terjadi aksi tawuran yang dapat meresahkan warga lainnya,” katanya.
Selain itu ungkapnya, masyarakat sekitar juga mesti menjaga keamanan lingkungannya. Jangan biarkan aksi tawuran ini terjadi, apalagi di bulan Ramadhan ini masyarakat sangat menginginkan kenyamanan beribadah.
Untuk mengantisipasi balap liar, tawuran, serta konflik kerawanan selama bulan Ramadhan, Polresta Padang akan membentuk tim yang diberi nama Tim Pandeka. Pandeka ini adalah gabungan dari beberapa personel, baik itu dari Reserse maupun Sabhara. Dimana tim gabungan tersebut dibuat untuk mengantisipasi potensi-potensi kerawanan yang timbul di bulan Ramadhan.
”Tim ini akan melakukan patroli di waktu pagi hari, patroli malam setelah masyarakat pulang shalat tarawih dan menjelang sahur,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Hirmawan.
Ia mengatakan, pada saat setelah shalat Subuh, banyak masyarakat yang berkumpul, terutama para remaja yang berpotensi terjadinya tawuran, atau kenakalan-kenakalan yang lainnya.
”Kita juga akan menempatkan beberapa personel menjelang magrib di beberapa titik-titik kerawanan, seperti di pusat perbelanjaan, tempat keramaian, dan pusat-pusat ekonomi yang berpotensi adanya kerawanan,” ucap Yulmar.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat melaksanakan kegiatan pada bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
“Tujuan dari kegiatan Ramadhan adalah ibadah. Oleh karena itu mari laksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. Jangan lakukan hal-hal yang mengganggu keamanan, ketertiban, serta kenyamanan bagi masyarakat yang lain,” ujarnya.
Disdik Mesti Bertindak Tegas
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa prihatinkan terjadinya tawuran di awal Ramadhan ini. Ia meminta Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas terkait persoalan ini. Supaya tawuran tak lagi terjadi dan dunia pendidikan tidak tercoreng lagi. ”Disdik harus mampu mengambil langkah jitu soal permasalahan yang sering terjadi,” ujar kader PPP.
Selain itu, kepada orangtua diminta melakukan pengawasan terkait aktivitas anak di luar rumah dan lingkungan sendiri. Jangan wali murid cuek bahkan memberikan fasilitas sepeda motor pada anak untuk keluar tanpa ada manfaatnya. Ini yang rugi orang tua juga.
”Wali murid harus pro aktif dalam mengontrol apa yang diperbuat anak dan dengan siapa pergi,” ujar Esa.
Selanjutnya terang Esa, seluruh stakeholder mulai dari RW, RT dan Masyarakat harus berpartisipasi dalam pengawasan para pelajar dimana ia berkumpul. Jangan dilihat saja mereka, namun harus diintrogasi apa yang akan dilakukannya.
”Peran aktiv perangkat RW dan RT juga harus terlihat,” ucap Ketua DPC PPP Padang.
Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Padang laiinya, Hadison inginkan sistem pengeluaran dari sekolah harus ditegakkan lagi, agar anak jera dan wali murid memahami aturan yang ada.
“Sanksi tegas harus dijalankan,” ujar kader PKS ini.
Lalu ungkapnya, kepada aparat diminta tindak tegas dan panggil orang tuanya, supaya mereka takut mengulangi perbuatan tersebut dan wali murid mengetahui apa yang diperbuat anak.
“Tangkap dan berikan pembinaan,” sebutnya. (fan/tin/ade)

Baca Juga  Generasi Milenial Diajak jadi Pemilih Berkualitas