BERITA UTAMA

3 Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa, Kulit Terkelupas dan Tubuh Membengkak

×

3 Hari Hilang, Nelayan Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa, Kulit Terkelupas dan Tubuh Membengkak

Sebarkan artikel ini
MENGAPUNG— Jenazah nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Mapadegat, Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, ditemukan setelah tiga hari pencarian.

MENTAWAI, METRO–Kondisi cuaca buruk yang melanda Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali memakan korban. Dua orang nelayan yang memancing ikan tercebur ke laut setelah sampan dayung yang ditumpanginya terbalik di perairan Mapadegat, pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 12.05 WIB.

Korban bernama Candra (32) yang sempat terombang-ambing di tengah laut berhasil diselamatkan oleh nelayan lainnya dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan rekannya Davit Hulu (44) hilang.

Namun setelah dua hari pencarian,  Tim Search And Rescue (SAR), personel Kodaeral Mentawai dari Pos TNI AL Semabuk, Polres dan pihak terkait berhasil menemukan Davit pada Senin (15/9) sekitar pukul 06.15 WIB, dengan kondisi meninggal dunia dan kulit sudah terkelupas.

Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (E) Sumantri didampingi Mayor Laut (T) Syahrul  kepada POSMETRO mengatakan, dua orang korban semula naik perahu menuju laut hendak memancing ikan.

Baca Juga  Dihantam Ombak saat Mandi-mandi, 3 Remaja Tenggelam di Muara Sambungo

“Dua orang korban ini berangkat memancing dari Pantai Jati menuju perairan antara Pulau Awera dan Mapadegat pada pukul 10.00 WIB. Saat berada di lokasi kejadian, sampan  dihantam ombak hingga terbalik,” kata Letkol Sumantri.

Letkol Sumantri menjelaskan, satu orang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan lain, sementara satu orang lainnya hilang. Korban Chandra berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang kebetulan lewat di perairan tersebut.

“Operasi pencarian melibatkan Tim SAR gabungan terdiri dari anggota SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pos TNI AL Semabuk, anggota Polres Mentawai, dan masyarakat,” kata dia.

Menurut Letkol Sumantri, Tim SAR dibagi menjadi dua dalam melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelam. Dengan menyisir menggunakan perahu karet dan unsur SAR KN Ranawijaya 240.

“Pencrian hari kedua, korban bernama Davit ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 2°02’45.00″ S – 99°33’2.60″ E, atau sekitar 0,94 Nautical Mile arah selatan dari titik sampan terbalik,” tutur dia.

Baca Juga  Kejagung Catat 275 Perangkat Desa Selewengkan Dana Desa, Dipakai untuk Judi Online hingga Sewa PSK

Letkol Sumantri mengatakan, setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Tuapejat dan diserahkan kepada pihak Kepolisian sebelum dibawa ke RSUD Mentawai,

“Dalam operasi ini, Basarnas juga mengerahkan 1 unit KN SAR Ramawijaya sebagai unsur pendukung pencarian, bersama dengan unsur potensi SAR lainnya. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tegas dia.

Sementara itu  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, membenarkan informasi adanya kapal nelayan terbalik dihantam ombak.

“Iya, ada dua orang nelayan. Satu berhasil selamat dan satu orang masih dalam pencarian,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan, untuk korban selamat bernama Candra (28) yang saat ini dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentawai. Sedangkan untuk korban Davit jasadnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga. (ped)