BERITA UTAMA

Soroti Turunnya Indeks Demokrasi Indonesia, Jimly Asshidqie Berikan Penghargaan Bagi Pejuang Konstitusi

×

Soroti Turunnya Indeks Demokrasi Indonesia, Jimly Asshidqie Berikan Penghargaan Bagi Pejuang Konstitusi

Sebarkan artikel ini
BERI SAMBUTAN—Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidqie memberikan sambutan dalam acara Jimly Awards.

JAKARTA, METRO–Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidqie mengingatkan kesadaran konstitusi dalam hidup berdemokrasi merupakan hal penting. Karena itu, Indonesia sebagai negara hukum harus berjalan beriringan untuk memperbaiki kualitas demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Jimly dalam acara Jimly Awards bagi Pejuang Penegak Demokrasi dan Konstitusi. Menurutnya, Jimly Awards bertujuan untuk menghargai dedikasi berbagai elemen bangsa dalam menjaga konstitusi sebagai hukum dasar negara.

“Konstitusi adalah fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui penghargaan ini, kita ingin menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghormati, menjalankan, dan melindungi konstitusi,” kata Jimly di Jakarta, Jumat (18/4).

Baca Juga  Bobol Rumah, Ediwan Embat Sepeda Motor dan 2 Ponsel

Jimly menjelaskan, pihaknya ingin mengingatkan masyarakat untuk mampu meningkatkan kesadaran terhadap konstitusi. Karena itu, masyarakat bisa mengusulkan tokoh-tokoh yang dianggap bisa dibe­rikan apresiasi untuk patuh terhadap nilai-nilai kon­stitusi.

“Masyarakat bisa usulkan tokoh yang pantas jadi pejuang demokrasi dan konstitusi,” ucap Jimly.

Terdapat 4 kategori penerima Jimly Awards, di antaranya lembaga atau tokoh negara, pelaku usaha, aktivis dan akademisi, serta jurnalis. Adapun, kriteria penilaian meliputi konsistensi dalam menegakkan konstitusi, kontribusi nyata dan berdampak, inovasi, keberanian mempertahankan prinsip konstitusi, pengakuan publik, serta dampak jangka panjang dari kiprahnya.

Baca Juga  Trio Pria Cabul Divonis 10 Tahun

Dalam kesempatan itu, Jimly tak memungkiri, Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar dunia. Bahkan, terdapat tiga dari lima presiden dengan jumlah pemilih paling banyak di dunia berasal dari Indonesia. Ketiganya, yakni Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, Jimly menyoroti indeks persepsi de­mo­kra­si Indonesia yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Karena itu,  kualitas demokrasi menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.

“Intinya kita ini punya tanggung jawab sejarah untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan kualitas negara hukum,” pungkasnya. (jpg)