BERITA UTAMA

Atasi Kelangkaan Solar, Andre Rosiade dan Pertamina Sidak ke Sumbar

×

Atasi Kelangkaan Solar, Andre Rosiade dan Pertamina Sidak ke Sumbar

Sebarkan artikel ini
SIDAK— Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra H Andre Rosiade Andre bersama direksi Pertamina Patra Niaga melakukan sidak ke SPBU pascalaporan antrean dan kelangkaan solar di Sumbar.

PADANG, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) H Andre Rosiade memastikan tidak adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Barat (Sumbar). Rabu (21/11), Andre bersama direksi Pertamina Patra Niaga turun ke Kota Padang untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, Andre ber­sama Komisi VI DPR yang bermitra dengan BUMN juga melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Pertamina Patra Niaga Regional Sum­ba­gut (Sumatra Bagian Uta­ra). Andre dan Direktur Utama (Dirut) PT Perta­mina Patra Niaga, Riva Siahaan dan jajaran juga melakukan peninjauan ke SPBU pascalaporan an­trean dan kelangkaan solar di Sumbar.

Andre dan Riva serta tim melakukan tinjauan ke SPBU 14.251.510 Tabing, Koto Tangah, Kota Padang Rabu pagi. Peninjauan ter­sebut, kata Andre, sesuai dengan aspirasi masya­rakat Sumbar dalam bebe­rapa minggu ini bahwa kembali terjadi kelangkaan Solar di Sumbar. Meski antrean belum terlalu pan­jang, tapi mengan­tisi­pa­sinya jelang akhir tahun sangat diperlukan.

“Tentu kami sebagai wakil rakyat yang mewakili Sumbar berkewajiban men­carikan solusi yang terbaik bagi masyarakat Sumbar. Alhamdulillah, kami sudah berkomunikasi dengan mit­ra kami, Pertamina dengan Buk Nicke (Dirut PT Perta­mina) di Holding dengan Pak Riva sebagai Dirut Pertamina Patra Niaga,” kata Andre Rosiade.

Ketua DPD Partai Ge­rin­dra Sumbar itu me­nga­takan, Pertamina su­dah melakukan aksi dan tin­dakan sehingga kelang­kaan maupun antrean solar yang terjadi beberapa waktu lalu sudah berhasil diurai dan dituntaskan oleh Pertamina.

“Tentu kami sebagai anggota DPR RI Komisi VI yang mewakili Sumbar mau­pun Fraksi Gerindra mengu­capkan terima kasih terha­dap Pertamina yang sudah menampung dan meng­eksekusi aspirasi kami se­hingga Pertamina melaku­kan langkah cepat, sehing­ga tidak ada lagi kelangkaan solar di Sumbar,” kata Andre Rosiade.

Andre berharap ke­lang­kaan solar sudah tidak terjadi lagi, meski dirinya memaklumi bahwa kon­sumsi terus meningkat di Sumbar. “Pertamina diha­rapkan selalu menyiapkan berbagai alternatif solusi, jangan sampai kejadian kelangkaan solar kembali terulang,” kata Andre.

Baca Juga  1 Pencuri Motor, 3 Penadah Digulung

Andre ingin pastikan, hari ini Pertamina sudah bertindak cepat dan me­respons aspirasi masya­rakat yang dia sampaikan. “Alhamdulillah, antrean sudah tak ada lagi, solar sudah lancar distribusinya. Ini cara kami sebagai ang­gota DPR RI Komisi VI Fraksi Gerindra,” katanya.

Andre Rosiade menga­takan, pada tahun 2022, kuota solar untuk tahun 2022 berada di angka 17,8 juta kiloliter (KL), namun turun di 2023 di kisaran 17 juta KL. “Untuk tahun 2024, insya Allah (kuota solar bersubsidi) mencapai 19 juta KL. Penyebab (ke­langkaan yang terjadi be­lakangan lantaran) kuota berkurang,” katanya.

Terkait dengan pe­nga­wasan SPBU nakal, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluar­ga Minang (IKM) itu telah me­nyarankan kepada pe­merintah untuk merevisi Pe­raturan Presiden (Pe­r­pres) nomor 191 tahun 2014.

“­Perpres itu kurang lengkap, harus dilengkapi agar jelas siapa yang bisa menerima BBM bersubsidi dulu, ini baru sebatas usu­lan. Pertamina tentu me­ngawasi dan mendapat laporan dan dilaporkan ke aparat penegak hukum, Pertamina paling memberi sanksi, termasuk penca­butan izin,” tuturnya.

Pertamina: Distribusi tak Merata

Dirut PT Pertamina Pat­ra Niaga menyebut, ke­langkaan dan antrean BBM jenis Solar yang terjadi di Sumbar akibat distribusi yang tak merata. “Pe­nye­bab kelangkaan (solar) adalah distribusi yang di beberapa tempat lebih ba­nyak konsumsinya, namun di tempat lain tidak dan saat ini kami buat merata penyalurannya,” kata Riva.

Selain itu, katanya, an­trean solar yang sempat terjadi beberapa waktu be­lakangan ini lantaran asum­si atau prakiraan pe­ngunaan transportasi yang lebih se­dikit pada tahun 2023.

“Secara kuota dilihat dari asumsi penggunaan kendaraan, sehingga kuo­tanya itu diatur sedemi­kian rupa, namun dengan ada­nya peningkatan koordi­nasi dan warning dari wakil rak­yat, kami juga terus berkoor­dinasi, sehingga kami cipta­kan program untuk peme­rataan suplai,” katanya.

Baca Juga  Adik Almarhumah NKS Kepergok Curi Kabel Bersama Dua Rekan, Kasus Berakhir Damai dan Dikenakan Sanksi Adat

Pada tahun 2022, kuota solar berada di angka 17,8 juta kiloliter (KL), namun turun di 2023 di kisaran 17 juta KL. Sementara, tahun 2024 ditingkatkan menjadi 19 juta KL.

“Pada saat momen Natal dan Tahun Baru (Na­taru) nanti, tidak ada pe­ngu­ra­ngan dengan alter­na­tif dan program yang kami siapkan, Yaitu, program untuk pe­merataan energi dengan pengecekan beberapa SPBU dan fasi­litasnya. Kami lihat ke dae­rah untuk masing-masing daerah diperkuat stok,” katanya.

Riva mengatakan, pi­haknya akan melakukan pe­nambahan kuota atau top up BBM di level mak­si­mum pada 14 hari sebe­lum peringatan Nataru. “Men­jelang nataru, kami juga bekerjasama dengan KRI, sehingga ketika ada gang­guan cuaca (penya­luran BBM) ke pulau ter­pencil tidak tersendat. Ka­mi me­lakukan top up, 14 hari se­belum Nataru,” ka­tanya.

Riva mengapresiasi pe­ngawasan yang dilakukan oleh Andre Rosiade, legislator Komisi VI yang concern terhadap penyaluran BBM Subsidi ini. “Kami ha­rapkan dukungan dari se­mua pihak agar penya­lu­ran BBM Subsidi dapat te­pat sasara, tepat kuota, dan tepat aturan,” tutup Riva.

Riva memastikan untuk stok BBM di Sumbar ter­pantau aman, realisasi kon­sumsi Biosolar diban­ding­kan dengan kuota 2023 ham­pir 100 persen. Riva memastikan untuk tetap mensosialiasaikan peng­gunaan QR Code, agar stok bbm solar tepat sasaran.

“Jumlah kuota  solar untuk Sumbar selama su­dah mencukupi. Kami sa­lurkan sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Pe­merintah. Kami harap kuo­ta ini akan mencukupi ke­butuhan BBM di Sumatra Barat,” ucap Riva.

Pertamina kata Riva, juga mengajak seluruh ele­men masyarakat mela­kukan pengawasan bersa­ma-sama terhadap keter­sediaan pasokan BBM sub­sidi sehingga penggu­naan­nya tepat sasaran. “Sesuai dengan instruksi yang su­dah disampaikan, setiap SPBU harus melayani pem­belian solar dengan QR Code,” jelasnya. (*)