PADANG, METRO —Untuk mengatasi permasalahan tentang sampah, Kecamatan Padang Selatan memiliki strategi berupa Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dapat diperintahkan kemanapun di lingkungan Kecamatan Padang Selatan.
Hal itu disampaikan oleh Camat Padang Selatan, Jasman, bahwa Tim TRC tersebut dibentuk berdasarkan permasalahan sampah yang saat ini mulai krodit sehingga dibutuhkan suatu tim yang ditugaskan untuk tanggap terhadap sampah.
“Sesuai dengan instruksi pimpinan, Padang Selatan memiliki tim TRC dalam melakukan pengelolaan sampah yang berjumlah sekitar 12 orang yang bisa kita drop kemana saja seharian dan sesuai dengan kemampuannya,” ungkap Jasman, Selasa (5/9)
Meski begitu, katanya, tim yang dibentuk ini tetap berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Dia juga berharap Padang Selatan menjadi tacelak karena cukup banyak objek wisata yang ada di sana.
“Wilayah Padang Selatan memiliki beberapa destinasi wisata, salah satunya Pantai Air Manis. Dengan kondisi yang bersih dari sampah, sehingga membuat nyaman wisatawan dalam berkunjung menikmati objek wisata yang ada di Kota Padang ini,” katanya.
Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Padang Selatan sangat konsen terhadap kebersihan sungai Batang Arau
“Alhamdulillah, kita telah menerima hasil laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup bahwa kualitas air Batang Arau semakin membaik, serta jumlah timbunan sampahnya semakin berkurang, semenjak memakai kubus apung di Seberang Palinggam,” ulas Jasman.
Dalam kondisi normal, artinya tidak ada hujan atau pasang, Jasman mengkalim bahwa tidak ada lagi sampah-sampah di Batang Arau, dengan kondisi air yang berwarna hijau cukup jernih.
“Enam bulan yang lalu, setiap jengkal sisi Batang Arau, disela-sela kapal serta dermaga menumpuk sampah, belum lagi yang hanyut secara terapung-apung,” katanya.
Dari 12 kelurahan yang ada di Kecamatan Padang Selatan, artinya ada 12 Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang ada, Jasman mengaku belum mengintegrasi Lembaga Pengelolaan Sampah disana yang bergerak pribadi, tetapi sudah memiliki Tim TRC yang dinilai mampu mengatasi permasalahan sampah yang cukup krodit akhir-akhir ini.
“Kita mencoba untuk menggalakkan LPS-LPS kita, memang LPS yang bersifat pribadi yang menggunakan becak motor (Betor) dari Pokir DPRD dan diserahkan kepada perorangan, tetapi kita di masing-masing kelurahan selalu mengontrol, sehingga betor-betor itu tidak di salah gunakan,” tutupnya. (cr2)





