METRO PADANG

Menunggu Selama 49 Tahun, Bundo Kanduang Sumbar Akhirnya Miliki Rumah Gadang

×

Menunggu Selama 49 Tahun, Bundo Kanduang Sumbar Akhirnya Miliki Rumah Gadang

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN RUMAH GADANG— Wagub Audy Joinaldy bersama Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudhatul Hannah Thaib, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, meresmikan Rumah Gadang di Komplek Masjid Raya Sumbar.

KHATIB, METRO–Berlokasi di kawasan Kompleks Masjid Raya Su­matera Barat, organisasi perkumpulan Bundo Kan­duang Provinsi Sumatera Barat akhirnya memiliki rumah gadang setelah 49 tahun didirikan.

Sebagai penanda dires­mikan­nya rumah gadang, upa­cara menaiki Rumah Ga­dang digelar Bundo Kan­­duang Sumbar, Rabu siang (1/2). Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur Audy Joinaldy bersama Ketua Perkumpulan Bundo Kan­duang Sumbar, Puti Reno Raudhatul Hannah Thaib, Ketua LKAAM  Fauzi Bahar, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala DP3AP2KB Sumbar Gemala Ranti, serta Bundo Kanduang dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Diakui Wagub Audy Joinaldy, organisasi Bundo Kanduang memiliki peran sentral dalam pembangunan di Sumatera Barat, terutama di era percepatan digitalisasi seperti se­karang. Menurutnya, era digital tidak dapat dipungkiri turut membawa negatif bagi generasi muda.

Baca Juga  Pengerjaan Tol Padang- Pekanbaru, Seksi I Terkendala Pembebasan Lahan

“Tentunya Bundo Kan­duang memiliki peran besar sebagai penengah dan penetralisir dalam percepatan digitalisasi,” ujar wagub.

Tak hanya itu, wagub juga mendorong agar Bundo Kanduang juga semakin proaktif meningkatkan perannya di masyarakat. Ti­dak hanya di bidang kebudayaan, tapi juga ekonomi, politik, pendidikan dan sektor lainnya.

“Harus bisa berperan di segala aspek dan sendi kehi­dupan masyarakat Su­ma­tera Barat. Saya yakin bun­do-bundo kita di Su­ma­tera Barat ini mampu,” lanjutnya.

Sementara itu, Puti Re­no Raudhatul Hannah Thaib­ selaku Ketua Bundo Kanduang Sumbar mengatakan, rumah gadang nan­tinya tidak hanya akan di­manfa­atkan oleh Organisasi Bundo Kanduang Su­ma­tera Barat, tetapi juga dapat dimanfaatkan semua perempuan Minangkabau, anak-anak, istri-istri orang Minang dimana saja berada.

Baca Juga  Mulyadi Muslim Soroti Kasus Perceraian ASN Padang, Tepuk Sakinah Hanya Seremonial, Harus Ada Penguatan Agama

Ia berharap dengan adanya rumah gadang, akan dapat semakin menggali dan mengembangkan potensi adat dan budaya Minangkabau yang selama ini terpendam akan dapat segera dimunculkan.

“Baik melalui pelatihan, penataran, diskusi, maupun perlombaan, dan sebagainya,” katanya.

Diketahui juga dari Bun­do Raudhah, sejak lahir dari Mubes ke tiga LKAAM di Payakumbuh tahun 1974 silam, baru saat ini Bundo Kanduang memiliki rumah gadang yang dapat menfasilitasi segala aktivitas dan kegiatan organisasi perempuan Minangkabau itu.

Sebelumnya, berbagai aktivitas dan kegiatan Bundo Kanduang selama bertahun-tahun terlaksana dengan menumpang di gedung-gedung kantor maupun rumah pengurus-pengurus organisasi. (fan)