METRO PADANG

9 April, Pesantren Ramadhan Serentak di 1.497 Masjid/MushallaTiap Anak Dibantu Rp25 Ribu di Kota Padang

×

9 April, Pesantren Ramadhan Serentak di 1.497 Masjid/MushallaTiap Anak Dibantu Rp25 Ribu di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
PATUHI PROKES— Pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun lalu yang masih dalam pandemi tetap mematuhi protokol kesehatan. Tahun ini, pesantren akan digelar serentak pada 9 April mendatang.

AIA PACAH, METRO–Kegiatan Pesantren Ramadhan 1443 H / 2022 M bagi peserta didik SD dan SMP di Kota Padang akan dicanangkan pada 25 Maret nanti. Se­mentara, untuk pelaksanaannya akan dimulai se­rentak pada 9 April hingga 28 April.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setdako Padang, Fuji Astomi mengatakan pelaksanaan Pesantren Ramadhan akan diseleng­garakan pa­da tiap-tiap mas­jid/mu­shalla yang ada di 11 ke­camatan dan 104 kelurahan di Padang.

“Jumlah rumah ibadah yang melaksanakan agenda tah pada bulan suci Ramadhan ini adalah 1.497 masjid/mushalla,” ujar Fuji Astomi, Kamis (10/3).

Ia menambahkan, biaya pelaksanaan pesantren pada 2022 ini adalah Rp2,4 miliar dan per anak dibantu Rp25 ribu pada rumah ibadah yang melaksanakannya.

Sedangkan untuk tema kegiatan Pesantren Ramadhan yakni “Membangun Generasi Tangguh, Berbudaya dan Mencintai Masjid”. Kepanitiaan pesantren diserahkan pada pengurus masjid/mushalla yang melaksanakan dan untuk materi sudah disiapkan Bagian Kesra Setdako.

Ia mengatakan, pelaksanaan Pesantren Rama­dhan juga melihatkan majelis guru di sekolah dan akan dinilai, diawasi oleh semua pihak.

Baca Juga  Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih Kampung Guo

Di sisi lain, ia mengimbau peserta didik yang mengikuti Pesantren Ramadhan di masjid dan mu­shalla tetap mematuhi pro­kol kesehatan (prokes) Co­vid-19 nantinya. Panitia pesantren pengawas dan gu­ru yang turun memonitoring pesantren agar te­tap terapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Supaya keamanan terwujud dan penularan virus tak terjadi.

Selain itu, bagi anak yang kurang sehat, disarankan libur dalam kegiatan dan jangan paksakan ikut. Sebab berisiko bagi peserta lain.

Tidak hanya murid, gu­ru pendamping yang bertugas juga harus wajib menerapkan prokes. Diantaranya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Ini agar kesehatan terjaga dan kasus baru tak muncul.

“Kita imbau tetap patuhi protokol kesehatan. Jika anak sakit jangan dipaksa ikut hadir ke masjid atau mushalla untuk mengikuti agenda Pesantren Rama­dhan, karena akan membahayakan bagi anak-anak lain,” ungkap Fuji.

Sebelumnya, Wali Kota Padang itu berharap, meski masih pandemi Covid-19 pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini dapat berjalan dengan baik dan sukses. Dimana pada ta­hun 2021 lalu meski ditengah pandemi pelaksanaan pesantren Ramadhan te­tap berjalan dengan lancar.

Baca Juga  Danlantamal II Pimpin Apel Kesiapan Pasukan, Prajurit Siap Dikerahkan di Segala Medan

“Program Pesantren Ra­madhan ini merupakan upaya kita dalam mewujudkan generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia dan menjadikan Kota Pa­dang yang religius. Kita tentu berharap pelaksanaan Pesantren Ramadhan ini dapat memberikan kesan yang berarti bagi kemajuan Kota Pa­dang,” pungkas Wa­ko Hendri Septa.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye menyambut baik digelar pesantren dan meminta materi yang disajikan harus berkualitas. Jangan itu ke itu saja.

“Bahan ajarnya mesti dimengerti anak. Jangan yang bikin rumit anak,” paparnya

Dan kepada majelis guru yang ikut awasi kegiatan, jangan duduk, diam dan isi daftar hadir. Namun harus ambil bagian di­da­lam­nya. Ia meminta kepada panitia dari pengurus rumah ibadah, untuk tidak memberikan absensi pada guru yang tidak membimbing anaknya satupun. (ade)