SOLOK/SOLSEL

Antisipasi Kekerasan Terhadap Anak, Dinsos P3A  Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KTA di Satuan Pendidikan

×

Antisipasi Kekerasan Terhadap Anak, Dinsos P3A  Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KTA di Satuan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Pris Gusfo Pertason saat menghadiri Sosialisasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 15.267 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

SOLOK, METRO–Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Pris Gusfo Pertason menyampaikan bahwa ber­dasarkan data Sistem Informasi Online Perlin­dungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindu­ngan Anak, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 15.267 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Sementara hingga 3 Juli 2025 tercatat 14.039 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Memyikapi persoalan itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Solok menggelar kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pencegahan Kekerasan melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (KTA) di Satuan Pendidikan.

“Kegiatan Sosialisasi diikuti sebanyak 140 peserta yang dibagi dalam dua sesi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di lingkungan satuan pendidikan dan ma­sya­rakat,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Pris Gusfo Pertason.

Baca Juga  Peningkatan Pelayanan Hingga Daya Saing, Pemkab Solsel Dorong Inovasi Perangkat Daerah

Selain itu, sosialisasi juga bertujuan meningkatkan penerapan budaya aman dan nyaman guna menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak.

Tidak hanya itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran para pemangku kepentingan dalam implementasi kebijakan perlindungan anak di bidang pendidikan, mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam meng­hadapi dinamika perlin­dungan anak, serta memperkuat kolaborasi dan si­nergi dalam pemenuhan hak anak demi mendukung terwujudnya Kota Solok me­nuju Kota Layak Anak.

“Berdasarkan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2024, satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami se­ti­daknya satu bentuk ke­kerasan. Namun, hanya sebagian kecil kasus yang tercatat dalam sistem pe­layanan. Kondisi ini me­nunjukkan bahwa Indonesia masih berada dalam situasi darurat kekerasan terhadap anak,” ungkap Pris Gusfo.

Baca Juga  Rumah Gadang Disulap jadi Homestay, Sarana Akomodasi Murah untuk Wisatawan

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap pe­laksanaan sosialisasi ter­sebut.

“Kami sangat mendu­kung kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak di Satuan Pendidikan ini. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan dan memperkuat peran seluruh pihak dalam upaya perlindungan anak, sekaligus memperkuat kolaborasi guna mendukung terwujudnya Kota Solok me­nuju Kota Layak Anak,” harapnya. (vko)