METRO PADANG

Andre Rosiade Hadirkan Solusi Air Bersih RS M Djamil Padang, Sumur Bor 124 Meter Resmi Diserahterimakan

×

Andre Rosiade Hadirkan Solusi Air Bersih RS M Djamil Padang, Sumur Bor 124 Meter Resmi Diserahterimakan

Sebarkan artikel ini
SERAH TERIMA SUMUR BOR— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gerindra Andre Rosiade, bersama dr. Benjamin Paulus Octavianus, saat menghadiri serah terima pembangunan sumur bor sedalam sekitar 124 meter yang diberikan kepada Dirut RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas.

PADANG, METRO— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali menunjukkan kiprahnya dalam memperkuat infrastruktur pelayanan publik di Sumatra Barat. Kali ini, upayanya mengatasi persoalan kebutuhan air bersih RSUP M Djamil Padang membuahkan hasil dengan rampungnya pembangunan sumur bor sedalam sekitar 124 meter yang resmi diserahterimakan, Jumat (18/9) lalu.

Pembangunan sumur bor tersebut menjadi solusi atas persoalan pasokan air yang sebelumnya dihadapi RSUP M. Djamil. Rumah sakit bahkan sempat membutuhkan hingga 24 tangki air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan operasional. Kondisi itu kemudian mendapat perhatian Andre yang melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum hingga BWS Sumatera V Padang.

Andre mengatakan, kebutuhan sumber air permanen bagi RSUP M. Djamil harus segera dicarikan solusi karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam operasional rumah sakit. Apalagi, M. Djamil merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat yang setiap hari melayani masyarakat.

“Waktu itu, Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, termasuk yang jaminannya di sini bisa air. Karena sebelumnya ada 24 mobil tangki sehari yang disiapkan oleh Pak Wali Kota Padang,” kata Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Setelah mengetahui kon­disi tersebut, Andre mengaku langsung berkomunikasi dengan jajaran terkait untuk mencari jalan keluar, termasuk meminta dukungan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum. “Saya telepon waktu itu Dirjen SDA dan juga Pak Menteri PU untuk diskresi agar diberikan anggaran. Alhamdulillah Pak Wali setuju, Dirjen SDA setuju dan memberikan langsung ke balai untuk mengeksekusi. Alhamdulillah se­karang sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Baca Juga  Peringatan HAB ke-80, Wawako Maigus Nasir Ajak Perkuat Solidaritas Sosial

Menurut Andre, penyediaan sumur bor tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan RSUP M. Djamil terhadap pasokan air menggunakan mobil tangki. Dengan adanya sumber air sendiri, kebutuhan air untuk menunjang kegiatan rumah sakit dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan.”Alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan,” kata Andre.

Plt Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjelaskan, pembangunan sumur bor telah diselesaikan dengan kedalaman sekitar 124 meter. Proses pengeboran menghadapi kondisi tanah yang cukup menantang sehingga membutuhkan kedalaman tersebut untuk mendapatkan sumber air.

“Memang kedalamannya sekitar 124 meter karena kondisi tanah. Alhamdulillah sudah selesai. Kami berharap dengan adanya air bersih ini bisa mendukung kebutuhan rumah sa­kit,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam merealisasikan pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, ketersediaan sarana pendukung, termasuk air bersih, merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan dan pengembangan rumah sakit.

“Kita membutuhkan salah satu pendukung yang terpadu. Ini menjadi harapan kita bagaimana mendorong percepatan pembangunan, terutama dalam pelayanan dan riset,” kata Dovy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perguruan tinggi, dunia usaha serta berbagai instansi yang ikut mendukung pengembangan RSUP M. Djamil. “Mudah-mudahan dengan kehadiran a­cara ini bisa membawa semangat kita untuk bisa memajukan daya riset dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah me­ngatakan, penguatan fasi­litas RSUP M. Djamil merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit dan berbagai pihak. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan peralatan dan sumber daya manusia, tetapi juga fasilitas pendukung yang memadai.

Baca Juga  Kebut Progul Wako, Pasar Raya Berbenah Setelah Lebaran, Kawasan Air Mancur Disulap Jadi “Time Square”

Mahyeldi berharap pe­nguatan RSUP M. Djamil semakin memperkuat Sumatera Barat sebagai daerah tujuan pelayanan kesehatan, sehingga ma­syarakat tidak harus mencari layanan pengobatan ke luar daerah maupun luar negeri “Kalau dari segi peralatan dan tenaga SDM, mungkin kita sudah baik. Yang perlu sama-sama kita tingkatkan adalah hospita­lity, bagaimana pelayanannya,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga me­­ngapresiasi pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, BWS Sumatera V dan Andre Rosiade yang ikut mengambil bagian dalam penguatan infrastruktur pelayanan kesehatan di Sumatera Barat.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah pusat tengah menjalankan berbagai program pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, laboratorium kesehatan masya­rakat hingga rumah sakit daerah.

Program tersebut dia­rahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan prioritas, seperti kanker, jantung, stroke, ginjal serta kesehatan ibu dan anak.

Selain infrastruktur, RSUP M. Djamil juga terus diarahkan menjadi pusat pelayanan, pendidikan dan riset kesehatan. Dovy menyebut kerja sama de­ngan berbagai pihak membuka peluang pengembangan riset dan inovasi di bidang medis, biopharma, biokimia farmasi serta bidang kesehatan lainnya.

Rampungnya sumur bor 124 meter ini sekaligus menandai hadirnya solusi atas persoalan air bersih yang sebelumnya membuat RSUP M. Djamil harus mengandalkan hingga 24 mobil tangki setiap hari. Bagi Andre Rosiade, penyediaan infrastruktur dasar tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan dukungan fasilitas yang memadai. (*)