AGAM/BUKITTINGGI

Akibat Diguyur Hujan, Banjir Bandang Kembali Hantam Nagari Sungai Batang

×

Akibat Diguyur Hujan, Banjir Bandang Kembali Hantam Nagari Sungai Batang

Sebarkan artikel ini
BANJIR BANDANG— Akibat Curah hujan yang begitu tinggi yang melanda Kecamatan Tanjung Raya pada Senin (6/7) mengakibatkan dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya dihantam banjir bandang. Akibat banjir bandang tersebut sebanyak 80 warga harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

AGAM, METRO–Akibat Curah hujan yang begitu tinggi yang melanda Kecamatan Tanjung Raya pada Senin (6/7) mengakibatkan dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya dihantam banjir bandang. Akibat banjir bandang ter­sebut sebanyak 80 warga harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Kepala BPBD Agam, Rahmat Lasmono didampingi Kepala Bidang Kedaru­ra­tan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghofur, mem­benarkan bahwa banjir bandang kembali menghantam di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya usai hujan deras yang melanda kawasan tersebut.

Baca Juga  Lomba Kelompok Dasawisma Berprestasi 2022, TP PKK Agam Raih Terbaik Harapan I

“Tingginya debit air yang diakibatkan hujan tersebut membuat dua unit rumah warga di Jorong Labuh dengan ketinggian mencapai 50 centimeter, 50 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan masyarakat. Sementara di Jorong Kubu, air merendam dua unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 centimeter, sehingga masyarakat mengungsi ke rumah kerabat sebanyak 30 jiwa,”ujar Rahmat Lasmono.

Tidak itu saja, banjir juga merendam jalan sepanjang delapan meter dengan ketinggian mencapai 60 centimeter, sehingga sulit dilewati kendaraan.

Baca Juga  Pemkab Agam- UIN Jakarta Jalin MoU

“Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang. Saat kejadian lampu di lokasi sempat padam dan jaringan telepon seluler juga hilang,” katanya.

Ia menambahkan saat ini kondisi banjir sudah surut dan masyarakat sudah kembali ke rumahnya.

Sungai Batang Kumayo terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu beberapa kali semenjak November 2025, sehingga air meluap.

Untuk itu, BPBD Agam telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V terkait pendangkalan aliran sungai dan diminta untuk dinormalisasikan. (pry)