METRO PESISIR

Baznas RI dan Padang Pariaman Berkolaborasi, Perkuat Ekonomi Mustahik dengan Program Balai Ternak

×

Baznas RI dan Padang Pariaman Berkolaborasi, Perkuat Ekonomi Mustahik dengan Program Balai Ternak

Sebarkan artikel ini
TURUN LAPANGAN—Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah BAZNAS RI, Ajat Sudrajat, saat turun ke lapangan.

PDG.PARIAMAN, METRO — Pemerintah Kabupaten Padangpariaman bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Padangpariaman, kemarin, memper­kuat kolaborasi pemberdayaan ekonomi ma­sya­rakat melalui Program Balai Ternak. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi dan Kolaborasi Program Balai Ternak bagi mustahik, kemarin.

Asisten III, Sri Nelis, menyampaikan apresiasi atas program BAZNAS yang memanfaatkan zakat secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian e­konomi masyarakat.

”Pemerintah Kabupa­ten Padangpariaman me­nyambut baik Program Ba­lai Ternak ini. Kita berharap kolaborasi BAZNAS, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat mem­berikan manfaat nyata bagi mustahik, terutama dalam meningkatkan pen­dapatan dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Sri Nelis.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak ha­nya bergantung pada bantuan ternak, tetapi juga pengelolaan, pendampingan, penguatan kelompok, serta dukungan teknis yang berkelanjutan. FGD dihadiri BAZNAS RI yang diwakili Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah, Ajat Su­drajat, Ketua BAZNAS Ka­bupaten Padangpariaman M. Defriadi Dt. Rangkayo Basa, Kepala Kantor Kementerian Agama, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Padang Sa­go, serta calon mustahik penerima program.

Baca Juga  Wako Pariaman Apresiasi Pemenang Duta GenRe Tahun 2026

Ketua BAZNAS Kabupaten Padangpariaman, M. Defriadi Dt. Rangkayo Ba­sa, mengatakan Program Balai Ternak diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi melalui pendayagunaan zakat secara produktif. ”Program ini bukan sekadar memberikan bantuan ternak, tetapi membangun usaha yang mampu berkembang dan menghasilkan pendapatan bagi mustahik. Dengan pendampingan dan ko­laborasi yang kuat, kita berharap mustahik dapat man­diri dan ke depan mampu menjadi muzaki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah BAZNAS RI, Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan. ”Kita tidak hanya menyerahkan bantuan ternak, tetapi membangun ekosistem peternakan. Ka­rena itu diperlukan komitmen mustahik, pendam­pingan, dukungan pemerintah daerah, dan sinergi dengan BAZNAS Kabupa­ten,” jelasnya. Dinas Peternakan dan Kesehatan He­wan Kabupaten Padangpariaman juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan teknis, terutama dalam kesehatan hewan, pemeliharaan, manajemen ternak dan pendam­pingan kelompok.

Baca Juga  Mulyadi Harapkan Program BKMT Selaras dengan Pemko Pariaman

Usai FGD, tim melanjutkan kegiatan dengan asesmen kandang dan pemeriksaan sampel ternak di Lurah Parik, Nagari Koto Dalam. Asesmen dilakukan untuk memverifikasi kesiapan calon mustahik, kondisi kandang, lingkungan pemeliharaan, serta kesehatan dan kelayakan ternak. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Program Balai Ternak berjalan tepat sasaran, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu berkembang menjadi usaha produktif dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Padangpariaman, pemerintah daerah dan stakeholder terkait, Program Balai Ternak diharapkan menjadi model zakat produktif yang mampu mengubah bantuan menjadi usaha, usaha menjadi pendapatan, dan penda­patan menjadi kemandirian ekonomi mustahik.  (efa)