METRO BISNIS

Pasokan Cabai dari Sentra Lokal dan Luar Daerah Tetap Terjaga, BI Sumbar: Berpotensi Menahan Tekanan Inflasi yang Lebih Tinggi

×

Pasokan Cabai dari Sentra Lokal dan Luar Daerah Tetap Terjaga, BI Sumbar: Berpotensi Menahan Tekanan Inflasi yang Lebih Tinggi

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI—Cabai merah hasil panen dari sentra lokal di Sumbar.

PADANG, METRO— Bank Indonesia (BI) mencatat ketersediaan pasokan cabai merah di wi­layah Sumatra Barat (Sumbar) masih terjaga seiring dengan berlanjutnya akti­vitas panen dari sentra lokal maupun pasokan dari luar daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, pasokan cabai merah dari petani lokal berdampak  mestabilkan harga dan mengendalikan tekanan inflasi.

“Di Kabupaten Solok, Kelompok Tani Sumber Rezeki melaksanakan pa­nen kelima pada 2 Oktober 2026 dengan hasil mencapai 40 kilogram dari lahan seluas 500 meter persegi,” kata Abdul Majid, Minggu (4/10).

Baca Juga  BBM Satu Harga Ada di 160 Titik hingga Akhir 2019

Selanjutnya, ungkap Abdul Majid,Kelompok Tani Alam Berkah melaksanakan panen ke-9 pada 28 September 2026 dengan hasil panen sebesar 150 kg dari luas ta­nam 2.000 meter persegi.

“Selain itu, Kelompok Tani Merapi Millennial di Kabupaten Agam juga me­lakukan panen ke-15 pada 21 September 2026 dengan hasil panen 86 kg dari luas lahan 0,13 Hektare,” ung­kap Abdul Majid.

Menurut Abdul Majdi, berlanjutnya panen pada ketiga kelompok tani tersebut mengindikasikan pasokan cabai di tingkat petani masih terjaga sehingga berpotensi menahan tekanan inflasi yang lebih tinggi.

“Sedangkan pasokan cabai dari luar daerah seperti dari Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menjadi dukungan terhadap ketersediaan pasokan cabai merah di pasar,” tutur Abdul Majid.

Baca Juga  Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 856.758 Unit

Abdul Majid menegaskan, meskipun pasokan cabai Jawa varietas TKX yang menjadi cabai konsumsi utama di Kota Pa­dang relatif terbatas, kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi melalui pasokan dari varietas lain.

“Di sisi lain, cabai Kerinci (cabai darek lokal) mengalami peningkatan harga seiring tingginya permin­taan dari Sumatra Utara dan Pekanbaru. Selain itu, masuknya cabai varietas Imperial, TW, CMK, dan NVI dari Jawa Timur dan Jawa Tengah turut membantu menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan cabai merah di pasar,” pungkasnya. (rgr)