OLAHRAGA

Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik, Atletico Tundukkan Real Madrid 2-1

×

Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik, Atletico Tundukkan Real Madrid 2-1

Sebarkan artikel ini
MENANGI DERBY— Atletico Madrid keluar sebagai pemenang dalam Derby Madrid setelah menundukkan Real Madrid 2-1 di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Atletico naik ke papan atas klasemen LaLiga 2026/2027.

ATLETICO MADRID keluar sebagai pemenang dalam Derby Madrid setelah menundukkan Real Ma­­drid 2-1 di Stadion Ri­yadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Atletico naik ke papan atas kla­semen LaLiga 2026/2027.

Duel dua klub ibu kota Spanyol itu berlangsung se­ngit sejak awal. Namun, Atletico mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada babak kedua setelah Real Madrid harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Dean Huijsen.

Babak pertama berlangsung ketat dengan kedua tim silih berganti menciptakan peluang. A­tletico sempat mengancam melalui Jonathan Da­vid, sementara Real Ma­drid mencoba merespons lewat Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior.

Salah satu momen menarik terjadi ketika Jude Bellingham terlibat benturan dengan Cristian Romero. Bellingham sempat men­dapat kartu kuning, tetapi keputusan tersebut kemudian berubah setelah wasit meninjau VAR. Ro­mero yang akhirnya dihukum karena dinilai melakukan pelanggaran terhadap gelandang Real Madrid tersebut.

Kubu Madrid kembali mempersoalkan keputusan wasit sebelum turun minum. Mereka menilai Lee Kang-in juga layak mendapat hukuman berat setelah terlihat melakukan pelanggaran terhadap Federico Valverde.

Pertandingan memasuki babak kedua dengan skor masih 0-0. Atletico kemudian meningkatkan tekanan dan memaksa lini belakang Madrid bekerja lebih keras.

Baca Juga  IKM Kudus Dukung Kontingen Sumbar di PON Beladiri II 2025

Petaka bagi Los Blancos terjadi ketika Dean Huijsen melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di dalam kotak penalti. Setelah meninjau VAR, wasit Ortiz Arias memberikan kartu merah kepada Huijsen sekaligus menunjuk titik putih.

Alejandro Grimaldo ma­ju sebagai eksekutor. Tembakannya sempat dibaca Thibaut Courtois, tetapi bola melaju terlalu cepat untuk dihentikan sehingga Atletico membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-53.

Unggul jumlah pemain membuat Atletico semakin leluasa mengembangkan serangan. Enam menit ber­selang, tuan rumah kembali menggetarkan ga­wang Madrid.

Giuliano Simeone me­nyusun serangan dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan silang mendatar ke depan gawang. Jo­nathan David berada di posisi yang tepat dan me­nyambar bola dengan pe­nyelesaian first-time untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Real Madrid berusaha bangkit meski harus bermain dengan 10 pemain. Namun, Atletico tetap mam­pu menjaga tekanan dan bahkan beberapa kali hampir mencetak gol ketiga.

Pada menit ke-65, Courtois melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Cristian Romero. Bola muntah kemudian nyaris dimanfaatkan Julian Alvarez, tetapi Ibrahima Konate berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola sebelum melewati garis gawang.

Madrid akhirnya men­dapatkan gol balasan pada menit ke-89. Berawal dari situasi bola mati, Antonio Rüdiger memenangkan du­el udara dan mengarahkan sundulannya ke ga­wang Atletico.

Baca Juga  Wakapolres Sebut Kepemimpinan Baru AKBP Ricky Richardo, Lanjutkan Pengabdian untuk Pesisir Selatan Aman

Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi Real Madrid untuk menyamakan kedudukan. Namun, Atletico mampu mem­pertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Pada masa tambahan waktu, Atletico bahkan memiliki peluang untuk menambah gol melalui Julian Alvarez. Akan tetapi, kesempatan tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi gol.

Kemenangan 2-1 membuat Atletico mengoleksi 16 poin dan naik ke posisi kedua klasemen sementara. Real Madrid berada di ba­wahnya dengan 15 poin, sedangkan Barcelona ma­sih memimpin setelah me­nyapu bersih tujuh per­tandingan dengan 21 poin.

Keputusan kartu merah Huijsen menjadi salah satu sorotan dalam pertandingan tersebut. Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai ada ke­putusan lain yang seharusnya menguntungkan tim­nya.

“Babak pertama sangat sulit. Seharusnya mereka bermain dengan sembilan pemain melawan 11, tetapi pada babak kedua justru kami yang bermain dengan 10 pemain melawan 11,” kata Mourinho.

Di sisi lain, hasil Derby Madrid memperpanjang catatan positif Atletico se­kaligus memperketat persaingan di papan atas LaLiga. Sementara itu, Real Madrid harus menerima kekalahan setelah gagal mengejar ketertinggalan meski mampu mencetak gol pada penghujung laga. (*/rom)