AGAM/BUKITTINGGI

3.000 Guru di Agam Ikuti Seminar Inspiring Teacher 2026, Perkuat Kompetensi Menuju Pendidikan Berkualitas

×

3.000 Guru di Agam Ikuti Seminar Inspiring Teacher 2026, Perkuat Kompetensi Menuju Pendidikan Berkualitas

Sebarkan artikel ini
BERIKAN MATERI— Bupati Agam Benni Warlis sedang memberikan materi saat Agam inspiring teacher di Aula Student Center Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Selasa (28/7).

AGAM, METROSebanyak 3.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Agam mengikuti Seminar Agam In­spiring Teacher 2026 yang digelar di Aula Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik guna mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.

Peserta seminar berasal dari jenjang Taman Ka­nak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Agam. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Emotional Spiritual Quotient (ESQ) untuk memberikan penguatan kompetensi intelektual, emosional, dan spiritual bagi para guru.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengapresiasi ter­se­lenggaranya seminar yang melibatkan ribuan guru tersebut. Menurutnya, kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik di Kabupaten Agam.

“Ini kegiatan yang luar biasa atas kolaborasi dengan semua pihak dalam meningkatkan kapasitas majelis guru,” ujar Benni.

Ia menjelaskan, Seminar Agam Inspiring Teacher sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, yaitu Bangkik dari Surau, yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter melalui peran keluarga, ninik mamak, alim ulama, dan ling­kungan masyarakat.

Baca Juga  Pemerintah bakal Subsidi Upah Pendidik Non-PNS

Menurut Benni, pendekatan yang dikembangkan melalui ESQ memiliki keselarasan dengan visi pembangunan daerah karena tidak hanya menekankan aspek kecerdasan intelektual, tetapi juga penguatan emosional dan spiritual peserta didik.

“Seminar sejalan dengan program unggulan dan ini bakal memberikan pen­cerahan pada guru kita, ka­rena guru bisa menjadi inspirasi kepada muridnya,” katanya.

Bupati berharap seluruh materi yang diperoleh selama seminar dapat dite­rapkan dalam proses pem­belajaran di sekolah masing-masing. Ia menilai peningkatan kompetensi guru akan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan generasi Agam yang unggul di masa de­pan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Agam juga akan terus menyelaraskan berbagai program pendidikan dengan konsep Agam Religius dan Agam Cerdas se­bagai arah pembangu­nan sumber daya manusia.

“Dengan penerapan itu, maka kita berharap generasi Agam cerdas otak­nya, sehat badannya dan kuat imannya,” ujar Benni.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dudung Abdul Qodir, mengatakan kerja sama antara PB PGRI dan Pemerintah Kabupaten Agam merupakan langkah strategis da­lam mempersiapkan guru menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurutnya, guru saat ini dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme agar mampu menjawab perkembangan zaman yang semakin kom­pleks.

Baca Juga  11 Pemuda-Pemudi Agam Ikuti Magang di Jepang

“Artinya bahwa ke de­pan harus disiapkan guru masa depan. Kenapa guru masa depan, karena tantangan semakin kuat dan kemampuan profesional harus ditingkatkan,” katanya.

Dudung menambahkan, selain meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, guru juga perlu memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan karakter sebagai bagian dari proses pendidikan.

“Hari ini kami datang ke Agam untuk berbagi bagai­mana mewujudkan guru profesional, memiliki paradigma berpikir yang lebih baik terkait profesi guru dan cara berpikir seseorang sesuai tugas fungsinya dalam meningkatkan kompetensi akademis, nonakademis dan karakter,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi program Bangkik dari Su­rau yang digagas Pemerintah Kabupaten Agam. Menurutnya, program ter­sebut menjadi contoh ko­laborasi antara pemerintah, orang tua, tokoh ma­syarakat, dan lembaga pen­didikan dalam memba­ngun karakter generasi muda.

Dudung optimistis sinergi seluruh elemen ma­sya­rakat akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mening­katkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ka­bu­paten Agam.

“Tinggal sedikit lagi bisa menyaingi Jakarta. Dengan kolaborasi semua pihak maka akan terwujud,” katanya.

Melalui seminar ini, Peme­rintah Kabupaten Agam berharap lahir guru-guru yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didik, sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (pry)