AGAM/BUKITTINGGI

Kawal Pemilu 2029, Bawaslu Agam Gencarkan Pendidikan Pengawasan Partisipatif

×

Kawal Pemilu 2029, Bawaslu Agam Gencarkan Pendidikan Pengawasan Partisipatif

Sebarkan artikel ini
BPERKUAT PERAN MASYARAKAT— adan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam terus memperkuat peran masyarakat dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2029 melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).

AGAM, METROBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam terus memperkuat peran ma­sya­rakat dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2029 me­la­lui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Program ini digelar sebagai upaya membangun kapasitas ma­sya­rakat agar menjadi mitra strategis dalam menciptakan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masya­ra­kat, dan Hubungan Masya­ra­kat Bawaslu Kabupaten Agam, Yuhendra, mengatakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, generasi muda, organisasi perangkat daerah, hingga elemen masyarakat lainnya.

Menurutnya, program ter­sebut menjadi bagian dari stra­tegi Bawaslu untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu melalui keterlibatan aktif masyarakat.

“Baru-baru ini kita mengadakan pendidikan pengawasan partisipatif bagi 24 kader yang berasal dari generasi muda,” ujar Yuhendra di Lubuk Basung, Selasa (28/7).

Baca Juga  Selama Libur Nataru 2021, 50.000 Wisatawan Kunjungi TMSBK

Ia menjelaskan, pada ta­hun sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan dengan melibatkan organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat sebagai peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan masya­rakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Yuhendra menilai pengawasan partisipatif memiliki peran penting karena tidak mungkin seluruh tahapan pe­milu diawasi hanya oleh penyelenggara. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran sejak dini.

Melalui pendidikan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai tugas pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan pemilu.

“Pendidikan pengawasan partisipatif ini untuk memperluas jangkauan pengawasan Pemilu, agar Pemilu pada 2029 yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas,” katanya.

Baca Juga  DPRD Dukung Kerja Sama Pemkab A­gam dengan UM Sumbar, Pengelolaan SDA harus Seimbang dengan SDM

Bawaslu Agam berharap dari program ini lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Selain menyebarluaskan pemahaman tentang demokrasi, mereka juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong pencegahan pelanggaran pemilu.

Ke depan, Bawaslu Kabupaten Agam berkomitmen terus memperluas gerakan pengawasan partisipatif melalui berbagai program pendidikan politik dan peningkatan kapasitas masyarakat. Upaya ter­sebut diharapkan mampu mem­­bangun budaya de­mo­krasi yang sehat sekaligus memperkuat pengawasan pada setiap tahapan Pemilu 2029.

Selain memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, para peserta juga diharapkan menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyosialisasikan nilai-nilai demo­krasi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pen­tingnya pengawasan, serta ikut mengawal terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat dan berintegritas. (pry)