STATUS sebagai tuan rumah ternyata tidak menjamin Timnas Inggris langsung tampil di putaran final Euro 2028.
Berbeda dengan kebiasaan turnamen besar sebelumnya, UEFA memutuskan Inggris tetap harus melewati babak kualifikasi untuk mengamankan tiket ke ajang sepak bola paling bergengsi di Eropa tersebut.
Keputusan ini menjadi perhatian karena pada saat yang sama FIFA justru memberikan tiket otomatis kepada enam negara tuan rumah Piala Dunia 2030, termasuk Argentina yang hanya akan menjadi tuan rumah satu pertandingan pembuka.
Euro 2028 akan digelar di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia. Meski berstatus sebagai penyelenggara, keempat negara itu tidak otomatis mendapatkan tempat di putaran final.
UEFA menerapkan format baru kualifikasi yang mengharuskan seluruh peserta, termasuk negara tuan rumah, bersaing sejak babak penyisihan.
Inggris akan tergabung dalam salah satu dari 12 grup yang masing-masing berisi empat atau lima tim. Mereka juga dipastikan tidak akan satu grup dengan tiga negara tuan rumah lainnya.
Laga-laga Euro 2028 akan berlangsung di sejumlah stadion besar, seperti Wembley, Tottenham Hotspur Stadium, Etihad Stadium, Hill Dickinson Stadium milik Everton, St James Park, hingga Villa Park.
Dalam sistem yang diterapkan UEFA, hanya juara grup dan delapan runner-up terbaik yang langsung lolos ke putaran final. Total ada 20 tiket yang diperebutkan melalui jalur kualifikasi.
Sementara itu, dua slot disiapkan khusus bagi negara tuan rumah yang gagal lolos melalui kualifikasi. Dengan kata lain, status tuan rumah hanya menjadi “jaminan cadangan”, bukan tiket otomatis seperti yang berlaku pada turnamen-turnamen sebelumnya.
Jika dua atau lebih tuan rumah berhasil lolos lewat jalur kualifikasi, maka slot cadangan tersebut akan diberikan kepada tuan rumah lain yang belum lolos.
Namun, apabila tiga atau empat negara tuan rumah gagal lolos, hanya dua negara dengan peringkat UEFA tertinggi yang berhak memanfaatkan jatah tersebut.
Bagi Inggris, peluang lolos sebenarnya tetap sangat besar mengingat mereka merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Namun, secara aturan, The Three Lions tetap harus membuktikan diri di lapangan.
Situasi ini berbeda dengan kebijakan FIFA menjelang Piala Dunia 2030. Federasi sepak bola dunia itu memastikan enam negara tuan rumah mendapat tiket otomatis ke putaran final.
Selain tiga tuan rumah utama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko, tiga negara Amerika Selatan, yaitu Argentina, Uruguay, dan Paraguay juga dipastikan lolos otomatis. Ketiganya hanya akan menggelar satu pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Perbedaan kebijakan antara UEFA dan FIFA pun memunculkan perdebatan. Banyak penggemar menilai aturan yang diterapkan kedua organisasi tersebut tidak konsisten dalam memberikan hak istimewa kepada negara penyelenggara.
Di satu sisi, FIFA memberikan keistimewaan penuh kepada seluruh tuan rumah Piala Dunia 2030. Di sisi lain, UEFA memilih mempertahankan prinsip kompetisi dengan tetap mewajibkan negara tuan rumah Euro 2028 mengikuti kualifikasi.
Meski demikian, Inggris diyakini tidak akan kesulitan mengamankan tiket melalui jalur kualifikasi. Dengan materi pemain yang dimiliki serta performa yang konsisten dalam beberapa turnamen terakhir, tim asuhan Thomas Tuchel tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk tampil di putaran final Euro 2028. (jpg)






