JAKARTA, METRO–Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat Sepanjang 2026 sampai dengan 23 Juli lalu, generasi Z masih mendominasi penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, masyarakat di kelompok usia 19-25 tahun menjadi penerima terbanyak FLPP dengan total 40.263 dari total 111.005 penerima.
“Itu dari realisasi per hari ini 111.005, itu 40.263 di rentang usia 19-25 tahun atau gen Z ya. Kurang dari 27 tahun,” ujar Heru dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7).
Disusul kelompok Gen Z tertua di rentang usia 26 hingga 30 tahun sebanyak 29.100 penerima. Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah Gen Z yang menerima FLPP tahun ini sampai 23 Juli mencapai 69.363 orang.
Dipenerima FLPP dari kalangan milenial di beberapa rentang usia. Pertama, rentang 30 hingga 35 tahun sebanyak 17.526 penerima FLPP.
Kemudian kelompok usia 36 hingga 40 tahun sebanyak 11.203 dan diatas usia 40 tahun sebanyak 13.445 penerima.
Secara keseluruhan, lanjut Heru, mayoritas penerima FLPP berada pada rentang usia 19 hingga 30 tahun dengan penghasilan di rentang Rp 3.000.000 hingga Rp 5.000.000 per bulan.
“Rentang penghasilanya rata-rata Rp 4 juta ke atas,” ujarnya.
Sebaran FLPP terkonsentrasi di wilayah industri. Paling banyak berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagai pusat tenaga kerja dan kawasan Industri.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima FLPP terbanyak, yakni mencapai 26.394 orang.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 9.772 orang, Sulawesi Selatan sebanyak 9.310 orang, Jawa Timur 7.774 orang, Sumatra Selatan 7.110 orang, serta Banten 7.005 orang.
Sedangkan jika dilihat dari kategori profesi, karyawan swasta atau buruh menjadi yang terbanyak dengan total 71.250 penerima FLPP. Disusul Guru sebanyak 961, Polisi 367, dan profesi lainya sebanyak 37.529. (jpg)






