BERITA UTAMA

Pelatih Persija Shin Tae-yong Disanksi Berat KFA 10 Tahun

×

Pelatih Persija Shin Tae-yong Disanksi Berat KFA 10 Tahun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, resmi dijatuhi sanksi disiplin berat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (K­FA) berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola domestik selama 10 tahun. Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi melalui laporan media lokal Korea Selatan seperti Yonhap News TV dan Channel A pada Jumat (24/7/2026).

Hukuman masif ter­sebut merupakan buntut dari rangkaian investigasi panjang mengenai polemik masa lalu saat Shin Tae-yong menukangi klub K-League, Ulsan HD, pa­da periode singkat Agustus hingga Oktober 2025.

Berdasarkan hasil si­dang Komite Disiplin dan Komite Fair Play KFA yang berkoordinasi dengan Pusat Etika Olahraga di ba­wah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, terdapat tiga sanksi utama yang dijatuhkan kepada juru taktik berusia 55 tahun tersebut.

Shin Tae-yong tidak di­perbolehkan menangani klub maupun tim nasional apa pun yang berada di bawah yurisdiksi dan naungan KFA selama 10 tahun. Pencabutan atau penangguhan lisensi kepelatihan untuk terlibat dalam kompetisi resmi domestik Korea Selatan dalam jabatan apa pun.

Baca Juga  Laga Uji Coba Jelang MOS Nasional, MOS 20 Bukittinggi Kalahkan MOS 20 Batusangkar 1-0

Selanjutnya, pemblokiran hak akses jangka panjang dari lingkungan sepak bola profesional Korea Selatan.

Kronologi Kasus dan Biang Kerok Sanksi

Pusat penyelidikan KFA berawal dari laporan ke­tidakpuasan para pemain Ulsan HD terkait pendekatan keras yang diterapkan sang pelatih selama 65 hari kepemimpinannya sebelum akhirnya dipecat. Dua poin krusial yang menjadi landasan sanksi meliputi:

Beredarnya video viral acara perkenalan tim saat Shin Tae-yong terlihat menampar pipi salah satu pemain, Jeong Seung-hyeon. Meski tindakan itu kerap dianggap gurauan santai di Indonesia, Pusat Etika Olahraga Korea Selatan meresponsnya sebagai tindakan kekerasan fisik serius.

Selain itu, munculnya laporan bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut kedapatan bermain golf di tengah ketatnya jadwal kompetisi, tepatnya ketika tim sedang melakukan laga tandang.

Respons Menohok Shin Tae-yong

Menanggapi pengumuman resmi tersebut, Shin Tae-yong langsung buka suara dan menyatakan bahwa dirinya merasa di­perlakukan tidak adil oleh federasi negaranya sendiri.

“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya. Namun, murid-murid (mantan pemain) saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik saat ini sedang tidak baik,” ujar Shin Tae-yong, dilansir dari CNBC Indonesia.

Baca Juga  Dua Atlet Taekwondo Dojang Wirabraja, Wakili Sumbar ke Piala Kemenpora RI

Shin Tae-yong juga menambahkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengajukan ban­ding resmi guna membersihkan nama baiknya.

Bagaimana Nasib Persija Jakarta?

Kabar baik bagi para pendukung Macan Kemayoran, hukuman berat dari KFA ini tidak berdampak global dan tidak memengaruhi posisi Shin Tae-yong di Persija.

Sanksi administratif KFA bersifat domestik dan hanya mengikat aktivitas sepak bola di wilayah teritorial Korea Selatan.

Persiapan Persija Ja­karta di bawah kontrak tiga tahun Shin Tae-yong menyambut musim Super Le­ague 2026/2027 dipastikan aman dan berjalan normal.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut dilaporkan tetap mendampingi skuad Rizky Ridho dkk untuk tancap gas menghadapi laga pembuka Piala Presiden 2026 serta mempersiapkan pemusatan latihan (trai­ning camp) ke Thailand pa­da 10 Agustus mendatang. (*)