PADANG, METRO—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menggelar Rapat Kesiapan Tuan Rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 20Â26. Rapat dipimpin Ketua Organizing Committee (OÂC) Porprov XVI Sumbar, Dr. Septri, S.Si., M.Pd., dan dihadiri Ketua Steering Committee (SC) Porprov XVI Sumbar Prof. Syahrial Bakhtiar, jajaran SC termasuk Fazril Ale, perwakilan Dinas Pemuda dan OlahÂraga (Dispora), serta seluruh perwakilan kabupaten dan kota tuan rumah.
Dalam arahannya, Dr. Septri menyampaikan bahwa Technical Handbook (THB) telah didistribusikan kepada seluruh cabang olahraga (cabor). Ia juga mengingatkan seluruh cabor yang masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusannya akan berakhir sebelum pelaksanaan Porprov agar segera melaksanakan Musyawarah ProÂvinsi (Musprov), sehingga tidak menghambat proses administrasi dan pelaksaÂnaan pertandingan.
Rapat juga memastikan seluruh daerah tuan rumah siap menyambut Kirab Api Porprov yang akan meÂngunjungi 12 kabupaten dan kota penyelenggara sebagai bagian dari rangkaian Porprov XVI Sumbar 2026.
Selain itu, seluruh tuan rumah diminta segera meÂngirimkan data venue perÂtandingan, penginapan atlet, ofisial, dan panitia. KONI Sumbar menjadwalkan rapat koordinasi daeÂrah mulai 23 Juli hingga 7 Agustus 2026, sedangkan laporan kesiapan masing-masing daerah wajib disampaikan paling lambat 9 Agustus 2026.
Pada sesi pemaparan daerah, Kabupaten Kepulauan Mentawai menyampaikan bahwa proses percepatan anggaran masih terkendala pembahasan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Meski deÂmikian, Mentawai memastikan kesiapan sebagai tuan rumah dengan dukungan penginapan, layanan kesehatan, serta fasilitas pendukung lainnya. DaeÂrah tersebut juga telah meÂlakukan audiensi dengan bupati terkait dukungan pelaksanaan Porprov dan masih menunggu kepastian jadwal transportasi laut.
Kabupaten Tanah Datar juga menyatakan siap menjadi tuan rumah meski pembahasan anggaran bersama Badan Keuangan Daerah belum menghasilkan kepastian. Venue perÂtandingan telah dipersiapkan, sementara penginapan atlet terus dimatangkan.
Sementara itu, Kota Padang melaporkan bahwa lokasi penyambutan Api Porprov masih dalam pembahasan. Kota Padang juga menyampaikan adanya kendala dalam proses entri data atlet melalui aplikasi, sehingga disepakati maÂsing-masing cabang olahÂraga dapat membantu proÂses penginputan data agar pendataan selesai sesuai target.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Septri mengatakan kendala utama saat ini adaÂlah sinkronisasi data atlet, terutama atlet nasional. Untuk mempercepat proses tersebut, KONI Sumbar akan kembali mengÂÂgelar pelatihan bagi administrator aplikasi Sirimau sehingga seluruh proÂses pendataan dapat diselesaikan pada awal Agustus.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar menegaskan pemerintah daÂerah berkomitmen mengalokasikan anggaran penyelenggaraan Porprov dan memastikan dukungan angÂÂgaran dapat direalisasikan sesuai kebutuhan.
Dalam rapat juga dibahas usulan Kabupaten Pesisir Selatan terkait perbaikan lapangan sepak takraw serta kejelasan sumber pendanaannya. Dispora menegaskan bahwa urusan teknis akan dikoordinasikan bersama KONI sehingga pembagian tugas antara Dispora dan KONI di daerah menjadi lebih jelas.
Kabupaten Padang PaÂriaman menyatakan seluruh persiapan terus dipercepat dan meminta dukuÂngan pemerintah daerah melalui surat gubernur agar pelaksanaan Porprov berjalan sesuai jadwal. Sementara koordinasi cabang olahraga panjat teÂbing masih terus dilakukan.
Pembahasan turut meÂnyoroti penggunaan aplikasi Sirimau sebagai sisÂtem pendataan dan verifikasi keabsahan atlet. Dispora meminta kepastian mengenai keamanan server, mekanisme verifikasi data, serta sinkronisasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data Dukcapil. Aplikasi Sirimau akan diuji coba oleh seluruh kabupaten dan kota, meski sejumlah peserta rapat mengusulkan sistem manual tetap disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kendala teknis.
Rapat juga menetapkan seluruh jadwal pertandingan, venue, dan kebutuhan teknis lainnya harus segera disampaikan oleh masing-masing daerah. Pada laporan kesiapan yang diserahkan 9 Agustus 2026, setiap tuan rumah wajib melaporkan kesiapan veÂnue, penginapan atlet dan panitia, laÂyanan kesehatan, serta jumlah wasit dan juri.
Selain itu, disepakati bahwa pembukaan resmi Porprov XVI Sumatera BaÂrat akan dilaksanakan paÂda 2 Oktober 2026. Seluruh kabupaten dan kota tuan rumah diminta tidak mengÂgelar pembukaan cabang olahraga pada tanggal terÂsebut, sehingga seluruh perhatian peserta, ofisial, tamu undangan, dan maÂsyarakat terpusat pada seremoni pembukaan utama Porprov XVI Sumbar.
Kabupaten Lima Puluh Kota menyampaikan seluruh persiapan, termasuk penginapan dan layanan kesehatan, telah siap. DaÂerah tersebut juga meminta kejelasan mengenai reÂgulasi sepak bola putri, maÂsa berlaku KTP atlet, mekanisme perpindahan daerah asal atlet, serta sidang penetapan keabsahan atlet. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan MenÂtawai juga meminta kejelasan mekanisme verifikasi keabsahan data atlet oleh KONI dan pengurus cabang olahraga, serta menunggu keputusan Asprov PSSI terkait mekanisme pendataan atlet sepak bola putri.
Melalui rapat ini, KONI Sumbar menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian seluruh aspek teknis dan administrasi. Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara KOÂNI Sumbar, Dispora, pemerintah daerah, dan seluruh tuan rumah, penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung lancar, sukses, dan menjadi ajang olahraga terbesar yang membanggakan bagi maÂsyaÂrakat Sumatera Barat. (rom)






