OLAHRAGA

Dukungan Terus Bertambah,  Gianni Infantino Berpeluang Besar Jabat Presiden FIFA untuk Keempat Kalinya

×

Dukungan Terus Bertambah,  Gianni Infantino Berpeluang Besar Jabat Presiden FIFA untuk Keempat Kalinya

Sebarkan artikel ini
Gianni Infantino

GIANNI INFANTINO dikabarkan semakin dekat untuk kembali memimpin FIFA setelah mayoritas anggota mendukungan.

Dikutip dari The Chosun, meski masa pendaftaran calon baru akan ditutup pada 18 November, hingga kini belum ada sosok yang mencalonkan diri, sehingga peluang Infantino meraih masa jabatan keempat terlihat semakin terbuka.

Laporan media Inggris me­nyebut lebih dari 200 dari total 211 asosiasi anggota FIFA telah mengirimkan surat dukungan kepada Infantino.

Walaupun dukungan tersebut masih dapat dicabut atau dialihkan sebelum batas waktu pendaftaran, situasi saat ini menunjukkan belum adanya kekuatan yang mampu menyatukan suara oposisi.

Bahkan di Eropa, yang selama ini kerap menjadi pusat kritik terhadap FIFA, belum muncul kandidat alternatif yang mendapat dukungan luas.

Muncul pertanyaan me­ngenai proses pengumpulan surat dukungan. Sejumlah asosiasi disebut merasa menda­pat tekanan agar segera me­nya­takan sikap.

Baca Juga  Liga Askot Gairahkan Sepakbola Sumbar, Suparman: Liga Hadir Ketika Persepakbolaan Sedang Mati Suri

Jika benar terjadi, hal tersebut berpotensi bertentangan dengan aturan etik FIFA yang melarang adanya pengaruh dalam proses pemilihan.

Hingga kini, FIFA belum merilis daftar resmi federasi yang telah memberikan dukungan kepada Infantino.

Nama Infantino juga kem­bali menjadi sorotan setelah polemik yang melibatkan penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Balogun semestinya menjalani hukuman larangan bermain.

Namun, komite disiplin FIFA memutuskan menunda sanksi tersebut selama satu tahun sehingga ia tetap bisa tampil me­lawan Belgia.

Keputusan itu memicu perdebatan, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sempat menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan terhadap kasus tersebut.

FIFA menegaskan keputusan diambil secara indepen­den, tetapi banyak pihak mempertanyakan kemungkinan a­danya pengaruh dari luar.

Baca Juga  Danlantamal II Gelar Gowes Bersama TNI dan Polri

UEFA menjadi salah satu pihak yang secara terbuka mengkritik keputusan tersebut dan menyebut penundaan hukuman sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hubungan FIFA dan sepak bola Eropa pun kembali memanas, ditambah polemik lain terkait wasit Omar Artan yang gagal memasuki Amerika Se­rikat menjelang Piala Dunia. Dua peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai tata ke­lola FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.

Meski diterpa berbagai kontroversi, posisi Gianni Infantino masih dinilai sangat kuat. Dukungan finansial FIFA kepada asosiasi anggota melalui program pengembangan, pen­dapatan turnamen, hingga bantuan regional disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperkokoh posisinya.

Dengan belum munculnya kandidat penantang yang mam­pu menyatukan suara oposisi, pemilihan Presiden FIFA kali ini dipandang lebih menyerupai proses pengesa­han daripada persaingan yang benar-benar ketat. (jpg)