“Potensi kelas dunia tak akan berkembang maksimal tanpa akses transportasi yang semakin mudah dan iklim investasi yang memberi kepastian”
MENTAWAI, METRO – Mentawai selama ini dikenal dunia sebagai rumah bagi ombak-ombak terbaik yang menjadi impian para peselancar internasional. Namun, pesona kepulauan di barat Sumatera itu sesungguhnya jauh lebih besar daripada sekadar destinasi selancar. Banyak pantai non surfer yang tak kalah menarik juga yang menarik hati pelancong. Hamparan pantai berpasir putih, hutan mangrove yang masih terjaga, deretan pohon kelapa, kekayaan laut berupa tuna, lobster, hingga kepiting, serta budaya masyarakat adat yang unik merupakan anugerah yang tidak dimiliki banyak daerah.
Potensi itu telah mengangkat nama Mentawai di mata dunia. Namun, satu pertanyaan besar masih mengemuka yakni, sudahkah kekayaan tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat?
Salah satu jawabannya terletak pada konektivitas. Hingga kini, akses transportasi menuju Mentawai masih menjadi tantangan. Belum tersedianya layanan kapal penyeberangan setiap hari membuat mobilitas wisatawan, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga investor belum sepenuhnya leluasa. Dalam dunia usaha, waktu adalah nilai ekonomi. Ketika akses masih terbatas, peluang pun berpotensi ikut tertunda.
Kondisi itu juga berdampak pada sektor lain. Mentawai masih membutuhkan lebih banyak investasi, terutama hotel dan resort yang dilengkapi ruang pertemuan berkapasitas memadai. Kehadiran fasilitas tersebut akan membuka peluang penyelenggaraan rapat kementerian, kegiatan pemerintah, konferensi, hingga company gathering perusahaan yang selama ini belum dapat terlayani secara optimal.
Di tengah kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menunjukkan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana berulang kali menegaskan bahwa pemerintah daerah siap “menggelar karpet merah” bagi para investor yang ingin membangun daerah itu. Proses perizinan dijanjikan dipermudah dan dipercepat sebagai bentuk dukungan terhadap masuknya investasi yang berkualitas.
Komitmen itu juga dibarengi penegasan bahwa pelayanan publik harus berjalan secara bersih, transparan dan profesional. Bupati menegaskan tidak ada ruang bagi praktik pungutan liar dalam pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mentawai. Apabila terdapat oknum yang melakukan pungutan di luar ketentuan, masyarakat maupun pelaku usaha diminta melaporkannya agar dapat diproses sesuai aturan.
Harapan tersebut tentu memerlukan dukungan semua pihak. Pemerintah pusat diharapkan memperkuat konektivitas melalui transportasi yang lebih rutin dan terjangkau. Dunia usaha diharapkan melihat Mentawai sebagai kawasan yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Sementara masyarakat terus menjaga alam dan budaya yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah.
Mentawai tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan. Ketika akses transportasi semakin mudah, investasi semakin berkembang, dan pelayanan publik semakin profesional, Mentawai tidak hanya akan dikenal sebagai surga para peselancar. Kepulauan ini akan tumbuh menjadi destinasi kelas dunia yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Pegiat Pariwisata Indonesia, Nofrins, menilai belum tersedianya layanan kapal penyeberangan setiap hari dari Padang menuju Kepulauan Mentawai masih menjadi salah satu kendala utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, keterbatasan jadwal transportasi tidak hanya berdampak pada wisatawan, tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat, dunia pendidikan, hingga aktivitas investasi.
Salah satu contoh nyata adalah kunjungan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) beserta rombongan ke Mentawai untuk menemui calon mahasiswa yang lolos ke ITB. Penentuan jadwal kunjungan harus menyesuaikan dengan ketersediaan kapal, sehingga ruang gerak menjadi terbatas.
“Kita berharap ke depan ada terobosan baru di sektor transportasi. Akses yang lebih mudah akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan mempercepat perkembangan Mentawai,” ujar Nofrins, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menilai Mentawai selama ini dikenal dunia sebagai salah satu destinasi selancar terbaik. Namun, pesona kepulauan ini sesungguhnya jauh melampaui ombak kelas dunia. Keindahan alam, budaya yang masih lestari, serta kehidupan masyarakat adat merupakan kekayaan yang layak dinikmati lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Mentawai bukan hanya surga dan ibu kota dunia bagi para peselancar. Mentawai juga merupakan surga bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya ciptaan Tuhan,” katanya.
Karena itu, peningkatan konektivitas transportasi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata, menarik investasi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi daerah.
Sudah saatnya Mentawai berlari lebih kencang. Sebab daerah yang telah diberkahi keindahan alam luar biasa ini layak menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru pariwisata dan ekonomi Indonesia. ***






