PASAMAN, METRO—Seorang anak berusia 4 tahun dilaporkan dilaporkan hilang dan tenggelam di sungai saat bermain tidak jauh dari rumahnya di Jorong VII Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, pada Sabtu sore (4/7).
Pascakejadian, warga setempat beramai-ramai melakukan pencarian terhadap korban bernama Haikal yang hilang tersebut. Namun sayangnya, pencarian hingga malam hari tidak membuahkan hasil. Warga pun selanjutnya meminta bantuan kepada BPBD setempat dan Basarnas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim rescue ke lokasi kejadian sejak Minggu siang (5/7).
“Kami menerima informasi kejadian ini dari Kalaksa BPBD Pasaman, Mardianto, pada Minggu pukul 12.17 WIB. Berdasarkan laporan tersebut, tim dari Pos SAR Pasaman langsung diberangkatkan menuju lokasi,” kata Abdul Malik.
Dijelaskan Abdul Malik, hinganya korban bermula pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Haikal sedang asyik bermain di luar rumah di sekitar area persawahan, sementara orang tuanya sedang sibuk memasak dan mencuci piring di dalam rumah.
“Namun, setelah pekerjaan rumah selesai, orang tua korban terkejut karena tidak lagi menemukan anaknya di halaman. Upaya pencarian mandiri pun langsung dilakukan,” ujar Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, karena di dekat area korban bermain terdapat aliran sungai, ada dugaan kuat korban terpeleset dan hanyut terbawa arus. Pemerintah nagari bersama warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun hasilnya masih nihil.
“Merespons laporan tersebut, sebanyak 9 personel rescue dari Pos SAR Pasaman dikerahkan ke lokasi dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam. Dalam operasi SAR ini, petugas dibekali sejumlah peralatan utama (alut) dan peralatan SAR (palsar) pendukung. Mulai dari mobil rescue, perahu karet (Landing Craft Rubber – LCR) lengkap dengan motor tempel, peralatan SAR air, alat medis, hingga perangkat komunikasi,” jelas Abdul Malik.
Abdul Malik menambahkan, untuk mengoptimalkan pencarian di area darat maupun pemantauan dari udara, tim di lapangan juga dibekali dengan Drone Thermal.
“Pencarian hari pertama telah diupayakan secara maksimal hingga menjelang waktu Maghrib. Fokus pencarian hari ini menyisir area di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position). Haslilnya masih nihil. Sesuai prosedur, operasi SAR akan kita lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas radius penyisiran,” tutupnya. (*)






