METRO PESISIR

24 Tahun Kota Pariaman, Wako: Sejak Pemekaran Telah Banyak Kemajuan

×

24 Tahun Kota Pariaman, Wako: Sejak Pemekaran Telah Banyak Kemajuan

Sebarkan artikel ini
POTONG KUE— Wako Pariaman Yota Balad melakukan pemotongan kue HUT ke 24 Kota Paariaman.

PARIAMAN, METRO–Memulai agenda pertama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pariaman ke-24, Pemerintah Kota Pariaman beserta jajaran menghadiri Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rak­yat Daerah (DPRD) Kota Pariaman di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Pariaman, Kamis kemarin.

Di usia Kota Pariaman yang ke-24 tahun ini, Yota Balad dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pariaman dalam me­nunjang pembangunan selama masa kepemimpinan mereka berdua (Balad-Mulyadi).

Yota Balad mengatakan  sebagai kota kecil yang lahir dari pemekaran Kabupaten Padangpariaman pada tanggal 02 Juli 2002, Kota Pariaman secara bertahap telah mampu mengisi predikat Kota Otonom yang diperoleh dengan cara bekerja keras untuk meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan sampai ke pelosok desa sekaligus memberikan akses untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Pariaman.

“Selama lebih kurang dua tahun ini kami berdua Balad-Mulyadi sudah berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai tanta­ngan dan pekerjaan rumah yang masih banyak lagi harus diselesaikan, dan secara bertahap kami juga sudah bisa menorehkan prestasi pembangunan yang kami lakukan selama  ini dan itu semua juga tidak terlepas dari bantuan yang datang dari berbagai pihak,” ungkap Yota Balad.

Baca Juga  Bimbingan Perkawinan Penting, Bagaimana Menata Rumah Tangga yang Baik

Yota Balad menjelaskan, diantara prestasi pembangunan tersebut, Kota Pariaman telah berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Tahun 2025 dan 2026, men­dapat predikat Kota Terendah Inflasi secara nasional dari Kemendagri, Penghargaan Nasional La­yanan E-Purchasing dari Wakil Presiden RI.

Penghargaan UI Green City Matric Award 2025 dari Universitas Indonesia, Peng­hargaan Apresiasi Bunda PAUD dan Penghargaan Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemen­dikdasmen RI, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk Produk Unggulan Sulaman Kapalo Peniti Nareh dari Kementerian HukumRI, Penghargaan UHC A­wards tahun 2026 dengan Kategori Madya, dan ba­nyak lagi keberhasilan lainnya dari program unggulan Balad-Mulyadi.

Baca Juga  Pengawas Pendidikan harus Profesional

Yota Balad menambahkan, secara makro, pertumbuhan ekonomi Kota Pa­riaman tahun 2025 sebesar 3,46%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,37%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pariaman mengalami peningkatan dari 80,49 menjadi 81,27, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,26% menjadi 3,83%, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 5,32% menjadi 5,16% dan usia harapan hidup mengalami pe­ningkatan dari 74,37 tahun menjadi 74,62 tahun.

“Berbagai keberhasilan, baik tingkat nasional maupun regional yang telah kita raih selama dua tahun terakhir, adalah sebagai apresiasi yang telah diberikan Pemerintah atas berbagai keberhasilan pem­bangunan yang telah kita laksanakan di Kota Pariaman.  Kesemua prestasi tersebut merupakan wujud komitmen kita dalam pencapaian RPJMD 2025-2030, yang tertuang ke dalam visi terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama dan Berbudaya,” terang Yota Balad. (efa)