AUSTRALIA akan menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Sabtu (4/7) pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim yang mengandalkan pendekatan permainan berbeda. Pemenang laga akan melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang duel Swiss melawan Aljazair.
Laga ini memiliki arti penting bagi Australia. The Socceroos kini menjadi satu-satunya wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang masih bertahan di Piala Dunia 2026. Karena itu, harapan besar tertumpu kepada tim besutan Tony Popovic untuk menjaga nama baik sepak bola Asia.
Australia melaju ke fase gugur dengan status runner-up Grup D setelah mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. Mereka mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Raihan tersebut sudah cukup mengantarkan Socceroos ke babak 32 besar.
Perjalanan Australia diawali dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Turki. Namun, mereka kemudian harus mengakui keunggulan tuan rumah Amerika Serikat setelah kalah 0-2. Pada laga terakhir, Australia bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay untuk memastikan tiket ke fase gugur.
Meski hanya mampu mencetak dua gol sepanjang fase grup, Australia tampil cukup solid di lini belakang. Mereka hanya dua kali kebobolan, seluruhnya terjadi saat menghadapi Amerika Serikat. Selain itu, Socceroos berhasil membukukan dua clean sheet sebagai bukti disiplin organisasi pertahanan mereka.
Pelatih Tony Popovic memang dikenal menerapkan pendekatan permainan yang pragmatis. Australia lebih mengutamakan keseimbangan antarlini dibanding bermain terbuka. Strategi tersebut terbukti efektif membawa mereka lolos ke fase gugur.
Walaupun mengandalkan pertahanan, Australia tetap mampu menciptakan ancaman ketika menyerang. Pada laga terakhir melawan Paraguay, mereka melepaskan 12 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola sebesar 56 persen juga menunjukkan bahwa Socceroos mampu bermain lebih dominan ketika diperlukan.
Nestory Irankunda menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di lini depan Australia. Kecepatan dan keberaniannya menusuk dari sisi lapangan menjadi senjata utama Socceroos. Ia diperkirakan kembali menjadi tumpuan dalam membongkar pertahanan Mesir.
Selain mengandalkan permainan terbuka, Australia juga cukup berbahaya dalam situasi bola mati. Postur tubuh para pemain membuat mereka unggul dalam duel udara. Faktor tersebut bisa menjadi salah satu kunci untuk membongkar pertahanan Mesir yang dikenal disiplin.
Menjelang pertandingan, Australia hanya kehilangan Jacob Italiano yang masih menjalani pemulihan cedera. Selebihnya, Tony Popovic dapat menurunkan sebagian besar pemain terbaiknya. Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Socceroos.
Di sisi lain, Mesir datang dengan modal yang sedikit lebih meyakinkan. The Pharaohs lolos sebagai runner-up Grup G setelah mengumpulkan lima poin. Mereka belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang fase grup.
Mesir mengawali turnamen dengan bermain imbang 1-1 melawan Belgia. Mereka kemudian meraih kemenangan 3-1 atas Selandia Baru sebelum kembali bermain imbang 1-1 menghadapi Iran. Konsistensi tersebut membuat mereka layak melangkah ke fase gugur.
Sepanjang fase grup, Mesir memperlihatkan produktivitas yang lebih baik dibanding Australia. Mereka berhasil mencetak lima gol dalam tiga pertandingan. Catatan itu menunjukkan efektivitas lini depan yang dimiliki skuad besutan Hossam Hassan.
Keunggulan Mesir tidak hanya terletak pada ketajaman lini serang. Mereka juga mampu mengontrol jalannya pertandingan melalui penguasaan bola yang baik. Saat menghadapi Iran, The Pharaohs mencatat penguasaan bola mencapai 61 persen.
Mesir juga memiliki variasi serangan yang sulit diprediksi lawan. Selain Mohamed Salah, terdapat Omar Marmoush, Mahmoud Saber, Mostafa Zico, Emam Ashour, dan Trezeguet yang mampu menjadi pembeda. Banyaknya pilihan di lini depan membuat serangan Mesir tidak bergantung pada satu pemain.
Meski demikian, kondisi Mohamed Salah sempat menjadi perhatian. Kapten Mesir tersebut mengalami cedera hamstring saat menghadapi Iran dan harus ditarik keluar. Namun, laporan terakhir menyebutkan bahwa ia telah kembali mengikuti sesi latihan bersama tim.
Apabila Salah dapat tampil sejak menit pertama, daya gedor Mesir tentu akan meningkat. Pengalaman dan kualitasnya tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Australia. Kehadirannya juga membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk lebih leluasa menyerang.
Mesir juga harus menghadapi kendala di sektor lain. Ahmed Fatouh dipastikan absen karena cedera. Selain itu, Mohanad Lasheen tidak dapat dimainkan akibat menjalani sanksi akumulasi kartu.
Asisten pelatih Australia, Hayden Foxe, mengakui bahwa Mesir merupakan lawan yang sangat berbahaya. Menurutnya, kekompakan The Pharaohs menjadi salah satu keunggulan utama yang harus diwaspadai. Ia menilai para pemain Mesir telah bermain bersama dalam waktu yang lama sehingga memiliki pemahaman yang sangat baik.
“Mereka tim tangguh. Mereka sangat memahami satu sama lain dan sudah bermain bersama dalam periode panjang, sehingga mereka bermain sebagai sebuah tim, sebagai satu kesatuan unit,” ujar Hayden Foxe.
Secara taktik, pertandingan diperkirakan berlangsung menarik. Australia kemungkinan tetap mengandalkan pertahanan rapat sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik cepat. Sebaliknya, Mesir diprediksi akan lebih dominan menguasai bola sejak awal pertandingan.
Lini tengah diperkirakan menjadi area yang paling menentukan dalam pertandingan ini. Mesir akan mencoba mengendalikan tempo permainan melalui kombinasi Emam Ashour dan Mahmoud Saber. Australia harus mampu memutus aliran bola agar tidak terus berada dalam tekanan.
Kedua tim sebenarnya hanya pernah bertemu satu kali sebelumnya. Pertemuan tersebut terjadi dalam laga persahabatan pada 2010. Saat itu Mesir berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0.
Meski memiliki catatan pertemuan yang lebih baik, Mesir dipastikan tidak akan meremehkan Australia. Socceroos telah menunjukkan bahwa mereka memiliki organisasi pertahanan yang sangat disiplin dan sulit ditembus. Selain itu, kekuatan fisik para pemain Australia dapat menjadi ancaman sepanjang pertandingan.
Di atas kertas, Mesir sedikit lebih diunggulkan berkat konsistensi permainan, produktivitas lini depan, dan kualitas individu yang lebih merata. Namun, Australia memiliki modal pertahanan kokoh serta semangat sebagai satu-satunya wakil Asia yang tersisa di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memaksimalkan peluang dari bola mati maupun serangan balik, Socceroos tetap memiliki kesempatan menciptakan kejutan dan mengamankan tiket ke babak 16 besar. (*/rom)






