PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Tim Pengabdian Program Studi Tata Boga Fakultas Pariwisata dan Perhotelan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat di Premiere Basko Hotel Padang, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP) untuk Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat”. Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam.
Melalui kegiatan ini, UNP berupaya memperkuat hilirisasi berbagai produk kuliner khas Nagari Maninjau agar memiliki nilai tambah, daya saing, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pendekatan One Village One Product (OVOP) dipilih sebagai strategi pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal dan kearifan masyarakat setempat, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
FGD dan diseminasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah, legislatif hingga praktisi. Di antaranya Prof. Drs. Asmar Yulastri, M.Pd., PhD., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. Endrizal, SE., M.Si., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. H. Indra Catri, M.T., Datuak Malano Nan Putiah, praktisi kuliner Chef Yusof, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU.
Kegiatan ini juga dihadiri pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), perwakilan pemerintah daerah, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, mitra industri, media, serta organisasi kemasyarakatan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Yuliana, S.P., M.Si., mengatakan forum diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis guna mempercepat hilirisasi produk kuliner khas Nagari Maninjau.
“Melalui diskusi yang interaktif dan partisipatif, peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk mempercepat hilirisasi produk kuliner lokal Nagari Maninjau,” ungkap Yuliana.
Ia menjelaskan, Nagari Maninjau memiliki kekayaan sumber daya pangan dan kuliner yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Berbagai produk khas seperti olahan ikan nila, ikan patin, rinuak, pensi, dan aneka kuliner tradisional lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi ikon ekonomi lokal.
Namun demikian, pengembangan produk tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek pengemasan, standarisasi mutu, sertifikasi halal, pemasaran digital hingga perluasan akses pasar.
“Kegiatan FGD ini menjadi wadah untuk menyinergikan berbagai pihak dalam merumuskan strategi pengembangan produk unggulan Nagari Maninjau agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama, Reputasi dan Internasionalisasi UNP, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, PhD., Eng., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan akademisi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.
“Selain meningkatkan daya saing produk kuliner lokal, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat Nagari Maninjau secara berkelanjutan, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal,” sebut Rusnardi Rahmat Putra.
Melalui kegiatan ini, UNP berharap lahir berbagai strategi dan inovasi yang dapat mendorong produk kuliner khas Nagari Maninjau naik kelas, memiliki daya saing tinggi, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. (pry)






