AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan Fly Over (FO) Padang Luar sebagai upaya mengatasi kemacetan sekaligus memperlancar arus transportasi di kawasan perbatasan Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis, saat menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Fly Over Padang Luar yang berlangsung di Aula Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Padang, Jumat (5/6).
Dalam pertemuan itu, Benni Warlis mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, khususnya Andre Rosiade, yang dinilai aktif mendorong terwujudnya pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
Menurut Benni, pembangunan fly over sangat diperlukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan di kawasan Padang Luar. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat, terutama para pedagang dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di Pasar Padang Luar.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Agam tidak menolak pembangunan fly over selama keberadaan pasar tetap dipertahankan dan tidak ada relokasi yang merugikan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Agam mendukung pembangunan fly over dan tidak menolak pelaksanaannya, dengan catatan tidak mengganggu serta tidak merelokasi Pasar Padang Luar. Selain itu, perlu dilakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak oleh BPJN, PT KAI, dan Pemerintah Kabupaten Agam,” ujar Benni Warlis.
Sementara itu, Andre Rosiade menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), dan BPJN Sumatera Barat telah mencapai kesepahaman terkait kelanjutan pembangunan Fly Over Padang Luar.
Menurutnya, proyek tersebut dirancang tanpa menghilangkan fungsi Pasar Padang Luar yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Penyesuaian hanya akan dilakukan pada beberapa titik yang terdampak pembangunan.
“Pembangunan fly over tidak akan memindahkan Pasar Padang Luar. Yang dilakukan hanya penyesuaian posisi agar pasar tetap berfungsi dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” kata Andre.
Ia juga mengungkapkan bahwa proyek Fly Over Padang Luar diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp182 miliar. Seluruh pembiayaan pembangunan direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama BPJN Sumatera Barat dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang akan melakukan pendataan serta verifikasi terhadap bangunan yang berpotensi terdampak proyek tersebut.
Pendataan itu dinilai penting untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan, sekaligus menjamin hak-hak masyarakat tetap terlindungi selama pelaksanaan proyek berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi, serta sejumlah perwakilan instansi terkait dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Agam. (pry)





