METRO PESISIR

Ambruk Akibat Bencana Hidrometeorologi, Jembatan Anduring Segera Dibangun

×

Ambruk Akibat Bencana Hidrometeorologi, Jembatan Anduring Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
PAKAI RAKIT—Akibat jembatan roboh, warga memakai rakit untuk menyeberangi sungai Batang Anai dan bisa membahayakan keselamatan jiwa.

PDG.PARIAMAN, METRO—Menyikapi informasi dan berbagai komentar yang berkembang di media sosial terkait kondisi Jembatan Anduriang di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman yang ambruk akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025, lalu. Pemerintah Kabupaten Pa­dangpariaman menyampaikan penjelasan dan kla­rifikasi.

Sejak terjadinya bencana yang menyebabkan ro­bohnya Jembatan Anduriang, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kewenangan yang dimiliki serta berkoordinasi dengan pemerintah pro­vinsi dan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kembali jembatan tersebut.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan darurat untuk menggantikan rakit penyeberangan yang dibuat masyarakat, guna menghindari risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran mobilitas warga.

Namun, berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan di Kantor Camat 2×11 Kayu Tanam pada 5 Mei 2026 yang dihadiri Dinas PUPR, Camat, Wali Nagari, Kepala Korong, tokoh ma­syarakat, dan warga Nagari Anduriang, ma­sya­rakat meminta agar prioritas utama diberikan terlebih dahulu pada normalisasi Sungai Batang Anai yang berdampak terhadap pemukiman dan lahan pertanian warga di sekitar lokasi jembatan.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui Dinas PUPR melakukan koordinasi intensif dengan Balai Wi­layah Sungai (BWS) Suma­tera V Padang dan Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDA BK) Provinsi Sumatera Barat. Hal ini dilakukan karena kewenangan normalisasi Sungai Batang Anai berada pada instansi tersebut, bukan pada pemerintah kabupa­ten.

Baca Juga  Bentuk Fondasi dalam Jalankan Program RISALAH Beriman

Selain itu, pekerjaan normalisasi membutuhkan alat berat dalam jumlah besar serta waktu pelaksanaan yang cukup panjang, sehingga memerlukan dukungan anggaran yang signifikan. “Alhamdulillah, saat ini pekerjaan normalisasi Sungai Batang Anai telah dilaksanakan oleh Dinas SDA BK Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Bupati Padangpariaman John Kenedy Aziz.

Selanjutnya, pembangunan jembatan darurat akan dilakukan setelah pekerjaan normalisasi sungai selesai. Jembatan darurat tersebut direncanakan me­manfaatkan struktur jembatan eksisting yang masih memungkinkan untuk di­perbaiki sehingga aman dan layak digunakan oleh kendaraan roda dua maupun becak motor.

Sementara itu pembangunan Jembatan An­duriang secara permanen telah mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterima, pembangunan jembatan tersebut direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026 oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumate­ra Barat dengan estimasi ang­­garan sekitar Rp42,5 miliar.  “Jembatan akan menggunakan konstruksi baja dengan bentang 2 x 70 meter atau total panjang 140 meter,” jelasnya.

Baca Juga  Antisipasi Balap Liar, Bhabinkamtibmas Turun Jalan

Komitmen Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam memperjuangkan pembangunan kembali Jembatan Anduriang terus dilakukan.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Aziz,  secara aktif melakukan koordinasi dan lobi kepada berbagai pihak terkait, termasuk menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia beserta jajaran, Wa­kil Ketua Komisi V DPR RI beserta anggota, serta pihak BPJN Sumatera Barat untuk meninjau langsung lokasi bencana.

Saat ini, proses perencanaan pembangunan jembatan permanen sedang berjalan dan ditangani oleh Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Balai BPJN Sumatera Barat.  “Da­lam rangka mendukung percepatan pembangunan tersebut, Pemerintah Ka­bupaten Padangpariaman terus melengkapi berbagai persyaratan administrasi sesuai kewenangan dae­rah serta berkoordinasi dengan BPJN Sumatera Barat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berha­rap masyarakat dapat memahami kondisi dan tahapan yang sedang berjalan serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan.  “Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat sangat diha­rapkan agar pembangunan Jembatan Anduriang da­pat segera terwujud dengan baik, sehingga akses transportasi masyarakat Nagari Anduriang dan wilayah sekitarnya dapat kembali normal,” harap John Kenedy Aziz.(efa)