BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Welcome Dinner dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang akan digelar di halaman Balai Kota Bukittinggi pada Rabu (3/6) malam. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda pembuka dari rangkaian perayaan satu abad ikon kebanggaan Kota Bukittinggi tersebut.
Kepala Bidang Statistik, Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, mengatakan pihaknya bersama panitia penyelenggara terus melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan tamu dari berbagai negara.
Menurutnya, Welcome Dinner direncanakan akan dihadiri sebanyak 259 delegasi internasional yang berasal dari 36 negara. Para peserta datang dari berbagai kawasan dunia, di antaranya Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina hingga Yaman.
“Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan Welcome Dinner Peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang insyaallah akan diikuti oleh 259 peserta delegasi yang berasal dari 36 negara,” kata Ramon.
Ia menjelaskan, berbagai aspek teknis terus dibenahi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan memberikan kesan terbaik bagi para tamu mancanegara yang hadir di Kota Jam Gadang.
Persiapan tersebut meliputi pembangunan dan penataan panggung utama, sistem pencahayaan, tata suara, pengaturan arus tamu, hingga penguatan sistem keamanan selama rangkaian acara berlangsung.
Menurut Ramon, peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan sejarah berdirinya salah satu landmark paling terkenal di Sumatera Barat, tetapi juga sebagai momentum memperkenalkan Bukittinggi ke tingkat internasional.
“Perhelatan ini diharapkan tidak hanya menjadi selebrasi satu abad Jam Gadang, melainkan menjadi tonggak warisan literasi yang berkelanjutan bagi Sumatera Barat dan dunia internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota bersejarah yang memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. “Tujuan utamanya adalah agar Bukittinggi segera dijadikan sebagai daerah khusus di Indonesia,” tambahnya.
Ramon menilai Jam Gadang selama ini telah dikenal luas di tingkat nasional. Karena itu, momentum peringatan satu abad menjadi kesempatan untuk meningkatkan eksposur ikon tersebut ke panggung dunia. “Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat internasional,” katanya.
Rangkaian kegiatan peringatan 100 Tahun Jam Gadang sendiri akan berlangsung sepanjang Juni 2026 dan mencakup sekitar 20 agenda yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, budayawan, pegiat literasi hingga perwakilan negara sahabat.
Selain kehadiran delegasi internasional, sejumlah duta besar dari berbagai negara juga dijadwalkan ikut menghadiri sejumlah kegiatan yang telah disiapkan panitia hingga puncak acara pada 21 Juni mendatang.
Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis peringatan 100 Tahun Jam Gadang akan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan literasi masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas internasional, kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat citra Bukittinggi sebagai salah satu kota wisata dan sejarah terkemuka di Indonesia yang semakin dikenal dunia. (pry)






