METRO BISNIS

Tiga Usahawan Muda Bangun “Jamur Betuah”, Pilih Ciptakan Lapangan Kerja dan Kembangkan Bisnis Hijau Berkelanjutan

×

Tiga Usahawan Muda Bangun “Jamur Betuah”, Pilih Ciptakan Lapangan Kerja dan Kembangkan Bisnis Hijau Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Di tengah tren generasi muda yang berlomba mencari pekerjaan di sektor formal, tiga pemuda justru memilih jalan berbeda. Mereka membangun usaha mandiri berbasis budidaya jamur tiram modern sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar melalui konsep sociopreneurship dan bisnis hijau berkelanjutan.

Ketiga pemuda tersebut adalah Firman Edi, Ultra Wahidi, dan Jaelani Sidiq, pendiri usaha budidaya jamur tiram bernama “Jamur Betuah”. Berangkat dari semangat untuk menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat, mereka kini berhasil mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Jamur Betuah hadir dan berkembang berkat dukungan dari PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) yang secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan usaha dari hulu hingga hilir. Dukungan tersebut mencakup penguatan kapasitas budidaya, pengembangan kelembagaan usaha, peningkatan produksi, hingga pengolahan hasil jamur menjadi produk bernilai tambah.

Firman Edi mengatakan, usaha yang mereka bangun lahir dari keresahan melihat masih banyak anak muda yang bergantung pada peluang kerja terbatas. Karena itu, mereka memilih menjadi pencipta lapangan kerja dibanding hanya menjadi pencari kerja.

“Bagi kami, usaha bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi bagaimana usaha ini bisa tumbuh bersama masyarakat dan membuka kesempatan bagi banyak orang,” ujarnya.

Dengan konsep budidaya modern, Jamur Betuah saat ini telah memiliki satu unit kumbung produksi, satu unit kumbung budidaya dengan 8 orang pekerja, serta 11 unit kumbung mitra yang dikembangkan dengan memanfaatkan lahan milik warga. Pola kemitraan tersebut menjadi salah satu langkah strategis mereka untuk mengajak masyarakat ikut terlibat dalam usaha produktif berbasis pertanian modern.

Baca Juga  Promo Juni Untung Menara Agung, Beli Honda Supra GTR Diskon  Rp 1,1 Juta

Tidak hanya itu, Jamur Betuah juga menggandeng mahasiswa magang untuk belajar langsung mengenai budidaya jamur tiram, manajemen usaha, hingga peluang pengembangan bisnis berbasis pangan lokal. Para mahasiswa tersebut diberi ruang untuk memahami proses usaha dari hulu hingga hilir sebagai bekal membangun usaha mandiri di masa depan.

Ultra Wahidi menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mencetak wirausahawan muda baru.

“Kami ingin usaha ini menjadi ruang belajar. Anak-anak muda harus berani mencoba, karena peluang usaha sebenarnya sangat besar jika dikelola dengan serius dan kreatif,” katanya.

Selain fokus pada budidaya, Jamur Betuah juga telah membentuk satu kelompok usaha yang mengolah hasil panen menjadi berbagai produk makanan siap saji berbahan dasar jamur. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Jaelani Sidiq menyebutkan bahwa mereka ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian dan usaha pangan lokal.

“Pertanian modern itu punya masa depan. Jamur tiram misalnya, tidak hanya bisa dibudidayakan, tetapi juga diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  30 Ribu Kopdes Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026, Kemenkop Siapkan 6 Variabel Kunci

Lebih dari sekadar usaha budidaya, Jamur Betuah juga menjadi contoh pengembangan green business atau bisnis hijau yang menerapkan prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan lahan masyarakat, pengembangan usaha berbasis pangan lokal, serta keterlibatan masyarakat dan generasi muda menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Keberadaan Jamur Betuah kini mulai dikenal sebagai salah satu usaha kreatif anak muda di Pekanbaru bahkan di Riau karena mampu menghadirkan konsep usaha modern yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem bisnis.

Sebagai bentuk pengembangan usaha berbasis edukasi, Jamur Betuah kini juga telah memiliki satu unit Rumah Edukasi yang diperuntukkan bagi tamu maupun pengunjung. Fasilitas tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai budidaya jamur modern dan pengembangan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara anak muda, masyarakat, dan dukungan pembinaan dari PLN UIP Sumbagteng, Jamur Betuah kini tumbuh menjadi simbol semangat kewirausahaan muda yang inovatif, mandiri, dan berorientasi pada keberlanjutan. Ketiga pendirinya membuktikan bahwa usaha lokal tidak hanya mampu menciptakan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat di daerah.