AGAM/BUKITTINGGI

Buka Rapat Kerja PTNBH UNP 2027, Sesditjen Kemdiktisaintek Soroti Tantangan Pendidikan Tinggi Padang

×

Buka Rapat Kerja PTNBH UNP 2027, Sesditjen Kemdiktisaintek Soroti Tantangan Pendidikan Tinggi Padang

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN CINDERA MATA— Sesditjen Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Med. Setiawan menerima cinderamata dari Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D, usai Rapat Kerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) UNP Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Auditorium UNP, Jumat (8/5).

PADANG, METRORektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ir. Krismadinata, Ph.D., menyampaikan tiga fokus utama yang menjadi perhatian UNP dalam penyusunan program kerja tahun 2027.

“Fokus tersebut meliputi penyusunan program kerja yang terarah dan berdampak, peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, serta peningkatan jumlah lulusan tepat waktu yang terserap dunia kerja,” ungkap Krismadinata, saat Rapat Kerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) UNP Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Auditorium UNP, Jumat (8/5).

Rapat kerja dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesditjen Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Med. Setiawan, dr dan dihadiri Ke­tua Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua Senat UNP, para dekan dan direktur, senior eksekutif, dosen, serta tenaga kependidikan di UNP.

Krismadinata menyebut UNP menargetkan memiliki seribu dosen bergelar doktor pada tahun 2029, melalui berbagai skema beasiswa studi lanjut. “Kami harap tips dan trik dari Pak Sesdirjen bagaimana cara untuk menggapai itu semua,” ujar Krismadinata.

Baca Juga  Mahasiswi UNP Korban Air Terjun Lubuk Hitam, Felisia Dimakamkan di Lubuk Basung

Selain membuka rapat kerja, Prof. Setiawan juga menjadi narasumber utama pada rapat tersebut. Ia memaparkan materi bertajuk Arah Kebijakan dan Strategi Diktisaintek Berdampak yang merupakan intisari Rencana Strategis Kemdiktisaintek 2025–2029 yang disusun selaras de­ngan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam paparannya, Setiawan menekankan pentingnya keselarasan antara rencana strategis kementerian dengan langkah yang dilakukan masing-masing perguruan tinggi. Termasuk UNP sebagai perguruan tinggi berstatus PTNBH.

Ia menjelaskan terdapat 11 indikator kinerja utama tolok ukur perguruan tinggi. Di antaranya persentase lulusan yang bekerja atau melanjutkan studi dalam satu tahun setelah kelulusan, jumlah dosen dengan rekognisi internasional, persentase publikasi bereputasi internasional di Scopus dan Web of Science (WoS), hingga rasio luaran hasil kerja sama perguruan tinggi dengan industri dan startup.

Setiawan juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan tinggi nasional, seperti otonomi perguruan tinggi yang belum optimal, riset yang belum berdampak luas, integrasi kampus dan industri yang masih terbatas, hingga kesenja­ngan mutu antarwilayah.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama Hadapi Pemilu, KIPP Bukittinggi Gandeng Pihak Kepolisian

Ia turut menyoroti rendahnya posisi Indonesia dalam indeks Tertiary Inbound Mobility UNES­CO 2023 yang mengukur daya tarik perguruan tinggi terhadap mahasiswa asing.

Menurutnya, kementerian tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan Pusat Pengelolaan Mahasiswa Asing dan penguatan kerja sama internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Setiawan juga memaparkan program prioritas Hilirisasi Riset: Technopreneurs yang ditargetkan berjalan hingga 2029. Sasarannya menciptakan 4.512 perusahaan rintisan, menyerap sekitar 1,75 juta tenaga kerja, dan berkontribusi sebesar Rp192,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Deve­lopment Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Eko­nomi (Decent Work and Economic Growth), serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure). (fan/rel)