AGAM/BUKITTINGGI

638 Peserta Diwisuda, Sekolah Keluarga Gemilang Bukittinggi Siapkan Generasi Emas 2045

×

638 Peserta Diwisuda, Sekolah Keluarga Gemilang Bukittinggi Siapkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
WISUDA— Pemko Bukittinggi melalui DP3APPKB kembali menggelar Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026, Selasa (21/7). Sebanyak 638 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga.

BUKITTINGGI, METROPemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) kembali menggelar Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026, Selasa (21/7). Sebanyak 638 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memper­kuat ketahanan keluarga.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan Sekolah Keluarga Ge­milang merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah dalam men­dukung terwujudnya visi Bu­kittinggi Gemilang, Berk­e­a­dilan, dan Berbudaya. Program tersebut telah berjalan sejak 2018 dan mengalami transformasi pada 2025 agar semakin relevan dengan tantangan yang dihadapi keluarga saat ini.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi da­lam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan memiliki daya saing menuju Indonesia Emas­ 2045,” ujar Ramlan.

Ramlan menegaskan, membangun keluarga yang tangguh tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman atau naluri semata. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang terus diperbarui agar keluarga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Sekolah Keluarga Gemilang merupakan wujud kehadiran Pemko Bukittinggi da­lam memperkuat ketahanan keluarga yang tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibangun dengan ilmu yang terus diting­katkan,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Agam Fokus Lindungi Kelompok Rentan, Perkuat Perlindungan Lansia dan Anak Terlantar

Ia juga mengajak seluruh peserta yang telah diwisuda untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti program tersebut. “Saya mengajak para wisu­dawan menjadi pelopor keluarga berkualitas dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di ling­kungan masing-masing,” ajak­nya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga pertama kali digagas pada 2018 sebagai respons terhadap meningkatnya kompleksitas persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut pada dasarnya berakar dari melemahnya fungsi keluarga.

“Melalui Sekolah Keluarga Gemilang, kami ingin hadir di tengah-tengah ma­sya­rakat untuk menjawab berbagai keresahan mengenai kehidupan dalam berkeluarga. Dalam membangun keta­ha­nan keluarga harus ber­lan­daskan ilmu. Kami berharap pada tahun 2045 lahir generasi gemilang dari para orang tua yang luar biasa,” ungkap Yesi.

Baca Juga  Kemenag Tetapkan Besaran Zakat Fitrah, Zakat Fitrah Rp35 Ribu

Kepala DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, mengungkapkan antusiasme ma­sya­rakat terhadap program ini terus meningkat. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 720 orang mendaftarkan diri, sementara 699 peserta mengikuti proses pembelajaran secara penuh.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 638 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk diwisuda. Mereka terdiri atas 203 peserta dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Menariknya, de­lapan orang di antaranya me­rupakan peserta laki-laki,­”ujar Susi.

Susi menjelaskan, seluruh peserta mengikuti pembelajaran sebanyak 15 kali pertemuan yang tersebar di 24 kelas pada seluruh kelurahan di Kota Bukittinggi. Proses pembelajaran melibatkan sekitar 100 narasumber dari berbagai bidang keahlian.

“Materi yang diberikan cukup beragam, mulai dari pola pengasuhan anak di era digital, manajemen konflik dalam keluarga, perenca­naan eko­nomi rumah tangga, pe­lesta­rian adat Minangkabau, pe­ngelolaan sampah, hingga e­du­kasi mengenai pencegahan penyalahgu­na­an narkoba dan­ HIV/AIDS,­”jelasnya. (pry)