METRO PESISIR

Perkuat Daya Saing, 50 Pelaku Ekraf Pariaman Dibekali Ilmu Fotografi hingga Canva Pro

×

Perkuat Daya Saing, 50 Pelaku Ekraf Pariaman Dibekali Ilmu Fotografi hingga Canva Pro

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Wako Yota Balad usai kegiatan foto bersama.

PARIAMAN, METRO–Untuk memperkuat kapasitas para pelaku industri kreatif di Kota Pariaman lewat berbagai program pelatihan dan workshop, kemarin, Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ke­menekraf) menggelar workshop Pelatihan Fotografi, Strorytelling dan Canva Pro dengan Tema “Resiliensi Visual Untuk Promosi Ekonomi Kreatif dan Kebangkitan Sumatera Barat” untuk 50 orang peserta dari pelaku industri kreatif yang ada di Kota Pariaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Gedung Bersama Lantai III Karan Aur Kota Pariaman, kemarin, yang dibuka secara langsung oleh Walikota Pariaman Yota Balad didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif Iman Santosa, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, dengan Narasumber Marrysa Tunjung Sari (Visual Storyteller Photographer) dan Afiili Sari beserta Arianus Nakhe dari Canva.

Yota Balad menyatakan diera digital saat ini, kekuatan visual bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan menjadi ujung tombak dalam membangun persepsi dan menarik perhatian serta me­ning­katkan daya saing visual yang kuat, kreratif, dan berkarakter sebagai identitas yang mampu mengangkat potensi daerah kita ke tingkat yang lebih tinggi . “Saya minta kepada Kemenekraf melalui Bapak Iman Santosa sebagai Direktur Penerbitan dan Fotografi untuk dapat menjadikan Kota Pariaman sebagai pilot projek atau sebagai kota binaan yang secara visualnya bisa terjual sehingga mindset pengunjung ke Sumbar itu hanya ingat Kota Pariaman saja sebagai daerah tujuan wisatanya,” ujar Yota Balad. “Melalui kegiatan ini saya berharap kepada peserta akan lahir ide-ide segar kreatif dan terjalin kolaborasi baru serta semangat baru dalam rangka me­ningkatkan perekonomian di Kota Pariaman,” ulasnya.

Baca Juga  Percepat Pemulihan Pascabencana, Bupati Padangpariaman Serahkan Proposal Jembatan Gantung kepada PT Semen Padang

Sementara itu Iman Santosa juga menjelaskan bahwa Workshop ini hadir sebagai jawaban konkrit dari kerjasama ekonomi kreatif melalui program ekraf peduli dimana Kota Pariaman salah satu kota yang terdampak dari bencana hidrometeorologi, yang terdiri dari tiga pilar utama yaitu pertama fotografi, kedua story telling dan ketiga design canva,

Dipilar pertama itu peserta akan dibekali kemampuan dalam menciptakan konten visual autentik yang mampu mendokumentasikan resiliensi pelaku ekraf sumbar pasca bencana melalui fotografi yang professional. “Kedua, menceritakan kisah pegiat ekraf lokal melalui narasi story telling yang menggugah dan yang ketiga mengemas konten menjadi pro­duk digital siap publish dengan menggunakan aplikasi canva,” u­lasnya.

Baca Juga  3.000 Masker Dibagikan untuk Masyarakat

Beliau meyakini bahwa Kota Pariaman bukan hanya sekedar ruang georafis melainkan landscape budaya yang lengkap dengan kekuatan tradisi dinamika pesisir, dan nilai-nilai kebersamaan yang menghasilkan kekayaan visual sekaligus narasi yang otentik, sehingga menjadikannya ruang yang sangat relevan untuk pe­ngembangan fotografi dan story telling sebagai medium yang tidak hanya merekam juga memaknai realitas. (efa)