AGAM/BUKITTINGGI

Lampu Hijau dari Kemendagri,13 Nagari Persiapan Menuju Definitif

×

Lampu Hijau dari Kemendagri,13 Nagari Persiapan Menuju Definitif

Sebarkan artikel ini
TIM VERIFIKASI— Tim verifikasi Kemendagri saat menggelar pertemuan dengan jajaran perangkat daerah Agam dan perwakilan Kabupaten Lima Puluh Kota, di mess Pemda Agam, Jumat (17/4).

AGAM, METRO–Setelah melalui serangkaian proses panjang, sebanyak 13 nagari persiapan di Kabupaten Agam kini semakin dekat untuk ditetapkan sebagai nagari defenitif. Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) me­nun­jukkan seluruh nagari tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ketua Tim Verifikasi Kemendagri, Andi Yuliarmiangsyah Razmi, menyebutkan bahwa dari hasil peninjauan langsung, aspek jumlah penduduk serta dukungan sarana dan prasarana dinilai sudah layak.

“Terkait jumlah pendu­duk dan dukungan sarana prasarana dari 14 desa atau nagari, yakni di 13 nagari persiapan di Kabupaten Agam, dan 1 nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota, sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Ia menambahkan, taha­pan berikutnya adalah verifikasi akhir yang akan dilaksanakan di Jakarta. Dalam proses tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim penataan kabupaten akan memaparkan urgensi serta potensi masing-masing nagari sebagai dasar penetapan defi­nitif. “Untuk waktunya akan disesuaikan dari kesiapan pemerintah daerah yang dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Kemendagri,” tambahnya.

Baca Juga  Keripik Sanjai Hadir dengan Rasa Cokelat di Bukittinggi

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ezenddin Zain, mengapresiasi langkah cepat tim Kemendagri yang telah turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa berbagai masukan dari hasil evaluasi akan segera ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas pihak.

“Terkait masukan dari tim Kemendagri setelah rapat evaluasi, kami segera akan menindaklanjuti dengan melakukan kolaborasi,” katanya.

Ezenddin juga menilai dukungan dari wali nagari dan penjabat wali nagari persiapan sangat positif dalam mendorong percepatan proses ini.

“Bersama tim penataan desa di kabupaten, kita akan siapkan apa saja yang menjadi perhatian untuk klarifikasi akhir di Kemen­dagri. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa menjawab kerinduan masyarakat agar nagari menjadi nagari defenitif,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Luthfi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Kemendagri yang telah melakukan verifikasi sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah.

“Semoga nagari persiapan ini bisa menjadi nagari defenitif, karena Pemkab Agam komit untuk terus meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masya­ra­kat,” ujarnya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Monitoring Kegiatan Kegamaan

Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil verifikasi yang telah disampaikan perlu disempurnakan agar memperoleh hasil yang lebih optimal pada tahap akhir.

Pertemuan terkait verifikasi tersebut sebelumnya digelar di Mess Pemda Belakang, Bukittinggi, Jumat (17/4), dan dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Li­ma Puluh Kota serta jajaran perangkat daerah di Agam.

Adapun 13 nagari persiapan yang diusulkan men­jadi nagari defenitif tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Lubuk Basung meliputi Parit Panjang, Kandih, Sangkir, Surabayo, dan Sungai Jariang. Sementara di Kecamatan Palembayan terdapat Tigo Koto Silungkang Timur.

Sedangkan di Kecamatan Tilatang Kamang mencakup Koto Tangah Sidang Koto Laweh, Koto Tangah Malintang, Koto Tangah Tujuah Nagari, Koto Tangah Lamo, Gadut Barat, Gadut Timur, serta Aro Kandikir.

Dengan capaian ini, ha­ra­pan masyarakat untuk memiliki nagari definitif yang mandiri dan mampu meningkatkan pelayanan publik kian mendekati kenyataan. (pry)