PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wako Zulmaeta  Sebut, Posyandu Ujung Tombak Yanmas

×

Wako Zulmaeta  Sebut, Posyandu Ujung Tombak Yanmas

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta usai membuka kegiatan

PAYAKUMBUH, METRO–Pemko Payakumbuh memperkuat transformasi layanan Posyandu melalui Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh dengan fo­kus menyusun program kerja berbasis enam bi­dang Standar Pelayanan Minimal (SPM). “Kita akan susun program kerja Posyandu enam bidang SPM sebagai langkah memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat (yanmas). Perencanaan bukan sekadar dokumen formalitas, tetapi merupakan janji kepada masyarakat yang harus kita wujudkan bersama,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta saat memberikan arahan kepada peserta rapat di Ballroom Hotel Mangkuto, Selasa (14/4).

Ia mengatakan, Posyandu kini tidak lagi ha­nya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi la­yanan terpadu yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan dan kawasan permu­kiman, ketertiban umum, serta sosial.

Zulmaeta menyebut, Pemko Payakumbuh telah mengintegrasikan tematik Posyandu ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sesuai arahan pemerintah pusat.

Baca Juga  Wujudkan Statistik Sektoral Berkualitas, Pemkab Limapuluh Kota Ikuti Penilaian Interview EPPS

Seluruh perangkat da­erah telah memasukkan sub kegiatan bertanda “Posyandu” dalam dokumen perencanaan pembangunan, baik pada urusan SPM maupun non-SPM yang tersebar di delapan bidang pemerintahan. “Kita minta seluruh OPD memastikan program yang mendukung Posyandu telah direncanakan dan dianggarkan secara optimal dalam APBD. Dan perkuat koordinasi lintas sektor agar pembinaan Posyandu ber­jalan lebih terarah dan berkelanjutan,” ucapnya.

Zulmaeta juga menekankan pentingnya peran kecamatan dan kelurahan dalam memfasilitasi Posyandu menjangkau ke­lompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, kader Pos­yandu perlu diperkuat melalui pelatihan terencana agar mampu menja­lankan fungsi layanan terpadu enam bidang SPM.

“Kita juga harus membangun sistem pemantauan dan evaluasi yang terintegrasi agar capaian SPM melalui Posyandu dapat diukur dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, mengatakan Posyandu memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah kelurahan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.

Baca Juga  Duo Bundo Kandung, jadi Pimpinan DPRD Kota Payakumbuh

“Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Lembaga ini menyalurkan aspirasi war­­­ga, meningkatkan ku­alitas pelayanan, serta mendorong partisipasi dalam pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menyebutkan regulasi ter­baru melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 memperkuat posisi Posyandu sebagai pusat pelayanan berbasis ma­sya­rakat yang terintegrasi dengan kebijakan daerah. “Regulasi ini memberikan dasar hukum yang kuat dalam penyelenggaraan, pengelolaan, hingga pendanaan Posyandu, termasuk penguatan peran ka­der,” ujarnya di dampingi Kabid Pelayanan Promosi Sumber daya Kesehatan Juli Juwita.

Ia mengungkapkan, pada 2024 terdapat 171 Posyandu aktif di Payakumbuh yang telah menerapkan konsep siklus hidup. Selain itu, seba­nyak 47 Pustu dan Pos Kesehatan Kelurahan telah bertransformasi menjadi Unit Pelayanan Kesehatan De­sa/Kelurahan (UPKDK). (uus)