AGAM, METRO–Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam pada Mei 2024 lalu masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum hingga permukiman warga akibat hantaman material berupa tanah, bebatuan, dan gelondongan kayu yang terbawa arus dari hulu sungai.
Curah hujan dengan intensitas tinggi membuat aliran sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menghancurkan bangunan di sekitarnya. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan terparah adalah SDN 03 Koto Tuo, yang hancur total hingga tak menyisakan bangunan.
Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, mengungkapkan bahwa selama masa darurat, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan meski dalam kondisi terbatas. Para siswa terpaksa menumpang belajar di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) setempat.
“Meski dalam keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Ini menjadi bukti semangat siswa dan guru untuk terus melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pendidikan, pembangunan kembali gedung sekolah segera dilakukan. Proses ini turut didukung berbagai pihak, termasuk masyarakat yang mewakafkan lahan untuk pembangunan sekolah baru.
Setelah rampung dibangun, gedung baru SDN 03 Koto Tuo resmi diresmikan pada Sabtu (4/4). Pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kini, sekolah tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lebih memadai, seperti delapan ruang kelas, satu ruang pentas, empat unit WC siswa, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang guru yang terintegrasi dengan ruang kepala sekolah, serta satu ruang dapur.
Dengan hadirnya gedung baru ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal. Pemerintah daerah juga berharap fasilitas pendidikan yang layak mampu meningkatkan semangat belajar siswa serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut. (pry)






