AGAM/BUKITTINGGI

Bangkit dari Bencana, SDN 03 Koto Tuo Kini Berdiri Megah

×

Bangkit dari Bencana, SDN 03 Koto Tuo Kini Berdiri Megah

Sebarkan artikel ini
RESMIKAN— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, meresmikan SDN 03 Koto Tua yang selesai dibangun usai rusak parah diterjang banjir bandang beberapa waktu yang lalu.

AGAM, METRO–Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam pada Mei 2024 lalu masih menyisakan duka men­dalam bagi masyarakat terdampak. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum hingga permukiman warga akibat hantaman material berupa ta­nah, bebatuan, dan gelondongan kayu yang terbawa arus dari hulu sungai.

Curah hujan dengan intensitas tinggi membuat aliran sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menghancurkan bangunan di sekitarnya. Sa­lah satu fasilitas yang mengalami kerusakan terparah adalah SDN 03 Koto Tuo, yang hancur total hingga tak menyisakan bangunan.

Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, mengungkapkan bahwa selama masa darurat, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan meski dalam kondisi terbatas. Para siswa terpaksa menumpang belajar di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) setempat.

Baca Juga  Nasi Kapau Masuk Nominasi Terpopuler API 2022

“Meski dalam keterba­tasan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Ini menjadi bukti semangat siswa dan guru untuk terus melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam me­mulihkan sektor pendidikan, pembangunan kembali gedung sekolah segera dilakukan. Proses ini turut didukung berbagai pihak, termasuk masyarakat yang mewakafkan lahan untuk pembangunan sekolah baru.

Setelah rampung dibangun, gedung baru SDN 03 Koto Tuo resmi diresmikan pada Sabtu (4/4). Pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan difasilitasi oleh Ke­menterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rak­yat.

Baca Juga  Pasien Sembuh Covid-19 Capai 89,20 Persen di Kabupaten Agam

Kini, sekolah tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lebih memadai, seperti delapan ruang kelas, satu ruang pentas, empat unit WC siswa, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang guru yang terintegrasi dengan ruang kepala se­kolah, serta satu ruang da­pur.

Dengan hadirnya gedung baru ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal. Pemerintah daerah juga berharap fasilitas pendidikan yang layak mampu meningkatkan semangat belajar siswa serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut. (pry)