AGAM, METRO—Ruas jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi-Medan sempat lumpuh total akibat tanah longsor di Kilometer 32 Jorong Sariak Laweh, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Rabu pagi (1/4).
Kendaraan dari arah Bukittinggi maupun dari arah Kabupaten Pasaman, menumpuk di kawasan itu lantaran tidak bisa dilewati. Petugas BPBD bersama pihak Kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan longsor tersebut.
Satu unit alat berat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Akses jalan pun baru bisa dilalui kendaraan setelah beberapa jam proses pembersihan meski diberlakukan buka tutup.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Rahmat Lasmono membenarkan adanya tanah logsor di Kecamatan Palupuh yang menutupi badan jalan.
“Jalan tidak bisa dilalui setelah badan jalan di Kelok 32, Jorong Sariak Laweh, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh tertimbun material tanah longsor,” kata Rahmat Lasmono.
Rahmat menjelaskan, material tanah longsor menimbun badan jalan dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter terjadi, Rabu (1/4) sekitar pukul 06.15 WIB, setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.
“Dengan kondisi itu, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) mengerahkan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor tersebut. Saat ini alat berat milik BPJN sedang bekerja untuk membersihkan tanah yang menutupi jalan,” jelas Rahmat.
Ditambahkan Rahmat, sekitar pukul 10.30 WIB, arus lalu lintas di daerah tersebut sudah terbuka. Ruas jalan nasional itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan cara buka tutup.
“Personel Polsek Palupuh dan Satlantas Polresta Bukittinggi juga berada di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Kami mengimbau pengendara untuk antrean melewati jalan tersebut selama proses pem bersihan berlangsung,” katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Irsyad Fathur mengatakan, hingga pukul 12.10 WIB, akses sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Proses pembersihan masih berlangsung dengan menggunakan satu alat berat.
“Kami meminta pengendara yang melewati jelur tersebut untuk berhati-hati dan mengikuti instruksi dari petugas kita yang melakukan pengaturan di sana,” tukasnya. (*)






