SITUASI di Liverpool FC saat ini disebut tidak ideal bagi pelatih Arne Slot. Tekanan meningkat seiring hasil kurang memuaskan yang diraih tim dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kondisi ini memunculkan spekulasi terkait masa depan Slot di kursi kepelatihan. Dilansir dari Bein Sports pada Sabtu (28/3), di tengah ketidakpastian terÂsebut, nama Xabi Alonso mencuat sebagai kandidat kuat pengganti.
Pelatih asal Spanyol itu dinilai memiliki rekam jejak impresif bersama Bayer Leverkusen. Selain itu, statusnya sebagai mantan pemain Liverpool menjadi nilai tambah tersendiri.
Ketertarikan Liverpool terhadap Alonso bukanlah hal baru dalam beberapa tahun terakhir. SebelumÂnya, klub juga sempat memÂpertimbangkan untuk meÂrekrutnya sebelum aÂkhirnya menunjuk Slot. Namun, saat itu Alonso memilih melanjutkan kariernya di Real Madrid.
Pihak manajemen LiÂverpool disebut masih menÂjalin komunikasi deÂngan perwakilan Alonso hingga saat ini. Agen Alonso bahkan pernah menyebut Liverpool sebagai destinasi potensial bagi kliennya. Hal ini memperkuat peluang terjadinya kesepakatan di masa mendatang.
Meski demikian, Alonso dikabarkan memiliki syarat khusus sebelum menerima tawaran tersebut. Ia menginginkan kendali peÂnuh atas perencanaan olahÂraga dan pembanguÂnan skuad tim.
Situasi ini dinilai bisa lebih mudah terwujud jika terjadi perubahan besar dalam komposisi pemain, termasuk potensi kepergian Mohamed Salah.
Alonso disebut tidak akan terburu-buru mengambil keputusan dalam waktu dekat. Ia lebih memilih untuk memulai proÂyek baru pada awal musim panas agar dapat merancang tim secara menyeluruh.
Sebagai pelatih, Xabi Alonso mulai mencuri perhatian saat menangani tim B Real Sociedad B. Di sana, ia sukses membawa tim promosi ke Segunda División, menunjukkan kapasitasnya dalam membangun tim muda.
Kariernya semakin melejit ketika dipercaya meÂlatih Bayer Leverkusen. Di bawah arahannya, LeverÂkusen menjelma menjadi salah satu tim paling kompetitif di Bundesliga. AÂlonso dikenal mampu mengubah gaya bermain tim menjadi lebih atraktif, dengan penguasaan bola yang kuat serta transisi cepat.
Puncak prestasinya datang saat ia membawa Leverkusen meraih gelar domestik dan tampil konsisten di kompetisi Eropa. Keberhasilan tersebut membuat namanya masuk daÂlam jajaran pelatih muda terbaik di Eropa.
Tak hanya itu, sebagai mantan gelandang kelas dunia, Alonso pernah meÂraih berbagai gelar bergengsi saat masih aktif bermain, termasuk bersama Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munchen. PeÂngalaman tersebut menjadi modal penting dalam memÂbangun filosofi kepeÂlatihannya.
Jika terealisasi, kedatangannya di Anfield diharapkan mampu membawa Liverpool kembali bersaing di papan atas dan mengembalikan kejayaan klub di kancah domestik maupun Eropa. (*/rom)






