BERITA UTAMA

Hilang Satu Hari, Imam Putiah Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Sawit

×

Hilang Satu Hari, Imam Putiah Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Sawit

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI JENAZAH— Tim Identifikasi Polres Agam dan Polsek Lubuk Basung mengangkat mayat yang ditemukan di kebun sawit.

AGAM,METROSempat dilaporkan hilang lantaran tak pulang semalaman, seorang pria berusia 61 tahun ditemukan tak bernyawa di kebun sawit di Jorong Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (27/3) pagi sekitar pukul 08.10 WIB.

Wakapolsek Lubuk Basung Ipda Riqul Mukhtadi membenarkan adanya penemuan mayat di kebun sawit. Menurutnya, mayat tersebut pertama kali  ditemukan secara langsung oleh anak kandungnya yang memang sengaja melakukan pencarian.

“Awalnya, anak kandung korban berusaha mencari korban lantaran tidak kunjung pulang ke rumah. Pencarian dilakukan anak korban sejak Kamis malam karena khawatir terjadi sesuatu terhadap korban,” kata Ipda Riqul.

Baca Juga  ASN Dilarang Cuti Dekat Hari Libur Nasional 2021

Namun, kata Ipda Riqul, pencarian pada malam itu tidak membuahkan hasil. Keesokan harinya, anak korban kembali mencari korban ke kebun sawit yang biasa dikunjungi korban. Bahkan, anak korban juga mendapat informasi dari warga yang sempat melihat korban berjalan menuju kebun sawit.

“Setelah mencari beberapa lokasi-lokasi biasanya ayah pergi, di tengah  perjalanan, ia melihat ayahnya sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di tepi jalan yang tak jauh dari lokasi kebunnya,” ujar Ipda Riqul.

Kaget dengan temuan itu, ungkap Ipda Riqul, sang anak kemudian memberitahukan kepada kerabanya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Basung.

Baca Juga  Pendaftaran CPNS 2023 dan PPPK Diperpanjang 2 Hari

“Menindaklanjuti laporan itu, kami bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Agam langsung mendatangi lokais untuk mengecek kondisi korban dan melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke Puskesmas Manggopoh,” tuturnya.

Ipda Riqul menambahkan, dari hasil Visum  Et Repertum, dokter dari Puskesmas Manggopoh menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban, dan korban dinyatakan meninggal dengan wajar.

“Selanjutnya jenazah korban akan diserahkan pada pihak keluarga untuk dikebumikan. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan sudah menerima kematian korban dengan ikhlas,” tutupnya. (pry)