BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi menutup pendaftaran Bukittinggi Video Kompetisi (BVK) 2026 pada 8 Maret 2026. Kompetisi ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut 100 tahun Jam Gadang, ikon bersejarah Kota Bukittinggi.
Selama dua pekan masa pendaftaran, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sebanyak 157 peserta telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam kompetisi pembuatan video tersebut.
Kepala Dinas Kominfo Bukittinggi melalui Kepala Bidang Statistik dan Informasi Komunikasi Publik (IKP), Ramon Arisa Putra, menjelaskan bahwa proses pendaftaran dimulai sejak pekan terakhir Februari 2026 dan berakhir pada 8 Maret 2026. Dalam periode tersebut, panitia juga aktif melakukan sosialisasi langsung ke sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, dari proses itu, sebanyak 157 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti BVK 2026. Nantinya, kami dari panitia dan pelaksana akan melakukan penjaringan hingga terdapat 100 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti tahap selanjutnya,” ujar Ramon di Kantor Diskominfo Bukittinggi, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, setelah proses seleksi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti coaching clinic yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari dewan juri mengenai konsep, teknik, serta poin-poin penting dalam pembuatan video yang akan mereka produksi.
“Peserta nantinya akan diberikan pemahaman oleh dewan juri terkait poin penting dari video yang akan diproduksi,” jelasnya.
Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Sumatera Barat. Berdasarkan data panitia, sejumlah peserta juga berasal dari luar daerah seperti Bandung dan Yogyakarta, yang menambah warna dalam kompetisi tersebut.
“Kalau kita cek data, peserta beragam, tidak hanya dari Sumatra Barat saja. Tapi juga ada peserta dari Bandung dan Yogyakarta. InsyaAllah ini akan menarik dan tentu saja video yang diproduksi nantinya akan menghasilkan konten yang menarik, kaya akan pemahaman dan pengenalan sejarah Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan,” tambah Ramon.
Setelah mengikuti pembekalan, para peserta akan memasuki tahap produksi video yang dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Maret hingga pertengahan Mei 2026, atau sekitar dua bulan.
Selanjutnya, karya-karya yang dihasilkan akan dinilai oleh dewan juri pada pertengahan hingga akhir Mei 2026, sebelum akhirnya ditetapkan para pemenang kompetisi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap lahir berbagai karya kreatif yang mampu memperkenalkan sejarah, budaya, dan nilai perjuangan Kota Bukittinggi kepada masyarakat luas, sekaligus memeriahkan peringatan satu abad Jam Gadang. (pry)






