BARCELONA akhirnya merampungkan transfer talenta muda asal Swedia Roony Bardghji dari FC Copenhagen. Kepastian ini diumumkan pihak klub pada Senin (14/7) waktu setempat. Tim Catalan mencari opsi murah naÂmun berkualitas setelah gagal memboyong Nico Williams dari Athletic Bilbao.
Bardghji menjadi wajah baru di era pelatih Hansi Flick. Meskipun usianya masih 19 tahun, winger lincah ini digadang-gadang sebagai investasi jangka panjang dan bisa menjadi pelapis potensial di lini serang Blaugrana. Dia diÂkontrak hingga akhir muÂsim 2028-2029.
Sebelum hijrah ke Camp Nou, Bardghji meruÂpakan rekan satu tim Kevin Diks, bek Timnas Indonesia di FC Copenhagen. Duet mereka sempat jadi sorotan di Liga Denmark dan juga kancah Eropa sebelum Bardghji dilanda cedera panjang.
Barcelona disebut haÂnya perlu merogoh kocek sekitar 2 juta Euro (sekitar 1,73 juta Poundsterling atau setara Rp 36,7 miliar) untuk menebus sang peÂmain dari klub asal Denmark tersebut. Harga yang tergolong murah untuk pemain muda yang meÂmiliki pengalaman tampil di Liga Champions.
Musim lalu, Bardghji lebih banyak menepi kaÂrena cedera lutut serius. Dia hanya mencatatkan 243 menit bermain seÂpanÂjang musim 2024-2025. PerÂforma sebelum cedera meÂnunjukkan potensi besar, 15 gol dan satu assist dari 84 pertandingan bersama CoÂpenhagen di semua ajang.
Puncak performa terÂjadi di musim sebelumnya, ketika Bardghji mencetak delapan gol dari 23 laga di kompetisi domestik dan Liga Champions. Salah satu momen paling dikeÂnang adalah saat dia menÂcetak gol dalam kemeÂnaÂngan dramatis 4-3 atas Manchester United di fase grup Liga Champions. CoÂpenhagen bahkan berhasil lolos ke babak 16 besar sebelum disingkirkan ManÂchester City.
Kehadiran Bardghji memberikan tambahan amunisi bagi Barcelona yang tengah melakukan peremajaan skuad. ApaÂlagi, Ansu Fati baru saja dipinjamkan ke AS Monaco sehingga posisi winger kiri membutuhkan sosok baru yang bisa diandalkan.
Namun demikian, maÂnaÂjemen Barcelona dan pelatih Hansi Flick tidak akan langsung membebani Bardghji untuk tampil seÂbagai starter. Mengingat sang pemain belum pernah bermain lebih dari 71 menit dalam satu pertandingan selama lebih dari setahun, proses adaptasi akan saÂngat penting.
Kemungkinan Bardghji akan terlebih dahulu menÂjalani masa transisi dengan bermain bersama tim lapis kedua Barcelona. Dia perlu memahami taktik dan inÂtensitas permainan yang diusung Hansi Flick, sekaÂligus membangun kembali kebugarannya pasca ceÂdera.
Meski begitu, peluang tampil di tim utama tetap terbuka lebar. Bardghji dikenal sebagai pemain yang cepat, cerdas dalam mengambil posisi, dan puÂnya kemampuan melepas tembakan dari jarak jauh. Karakteristik ini memÂbuatÂnya berpotensi menjadi alternatif murah dan efektif di tengah keterbatasan finansial Barcelona.
Transfer ini meneÂgasÂkan komitmen Barcelona dalam membangun skuad dengan pendekatan efisien namun tetap kompetitif. Mengandalkan pemain muda berbakat seperti Bardghji adalah langkah strategis di tengah keÂsuÂlitan ekonomi yang masih membayangi klub pasca pandemi.
Bagi Bardghji, ini adalah lompatan besar dalam kaÂrirnya. Setelah menghaÂbiskan masa remaja di Swedia dan berkembang di Denmark, kini dia akan mencoba peruntungan di La Liga yang jauh lebih menantang.
Jika mampu tampil konÂsisten dan lepas dari ceÂdera, bukan tak mungkin dia akan mengikuti jejak para bintang muda BarÂcelona lainnya yang berÂsinar di panggung dunia. (jpg)






