METRO PESISIR

Sosialisasi Kurikulum Merdeka 2024, Tamatan SMK Tidak Ada yang Menganggur

×

Sosialisasi Kurikulum Merdeka 2024, Tamatan SMK Tidak Ada yang Menganggur

Sebarkan artikel ini
PROGRAM PRIORITAS— Disdik Sumbar melakukan sosialisasi program program perioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset serta Teknologi.

PDG.PARIAMAN, METRO–Dinas Pendidikan Su­matra Barat melalui  Bantuan Pemerintah Bagi Usaha (BBPUP) Sumbar, kemarin, sosialisasikan program program perioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset serta Teknologi ( Kemendikbudristek ) dari tanggal 29-31 Juli 2024.

“Sekarang kita sosialisasikan  bersama Dinas Pendididkan Kebudayaan Sumbar bersama BBPUP Sumbar yang dikepalai Muslhiddin ,” kata Kasi Disdikbudristek Sumbar Yesi Yusnizar kemarin, saat a­cara bersama Dinas Pendididan dan Kebudayaan Padangpariaman di SD no 2 Pasa Balai.

Katanya, kurikulum mer­deka yang dipelajari peserta didik se Sumatra Barat sangat berguna bagi peserta didik, karena ba­nyak manfaatnya bagi peserta didik . Kenapa tidak lanjut Yesi, tamatan SMK banyak yang berkerja dan tidak ada  yang nganggur setamat dari SMK .

“Karena itu dalam ku­rikulum Merdeka yang ba­ru diajari oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI sangatlah tepat. Makanya, sekarang kita lakukan sosialisasi kurikulum merdeka pada Dinas Pendidikan dan kebuadayaan Pa­dangoariaman,” kata Yesi Yusnizar saat  acara.

Baca Juga  Ketum PKDP Pusat Undang Pemkab dan Pemko, Perantau harus Paham Perkembangan Daerah

Sementara Yesi Yusnizar menyatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pernah meraih penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Penghargaan Pemerintah Daerah Transformatif untuk Kategori Pengelolaan Program Indonesia Pintar  (PIP) ini diterima Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah pada Puncak Festival Kurikulum Merdeka dan Anugerah Merdeka Belajar yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC).

Gubernur Mahyeldi me­nyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemendikbudristek di bawah pimpinan Nadiem Makarim atas anugerah tersebut.

“Ini adalah penghargaan, wujud keseriusan Pemprov Sumbar di bidang transformasi pendidikan khususnya kesungguh-sung­guhan memaksimalkan serapan PIP untuk ma­syarakat yang anaknya sedang bersekolah, tetapi kurang mampu dari segi pembiayaan pribadi peserta didik,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

Baca Juga  Hadapi Pemilu 2019, Wawako Harapkan Partisipasi Warga

Dia mengatakan, melalui Dinas Pendidikan, pihaknya akan terus berupaya , berinovasi serta bersungguh-sungguh me­nyiap­kan generasi unggul masa depan, salah satu­nya melalui optimalisasi serapan Pengelolaan PIP. “Bantuan pembiayaan satuan pendidikan ada program BOS, maka pembiayaan pribadi peserta didik ada  pogram PIP, yang didu­kung oleh anggaran pemprov melalui Program Beasiswa Rajawali,” jelas Buya, begitu Gubernur Mahyeldi biasa disapa.

Lebih lanjut, ia berharap kepada Kemendikbudristek, agar kedepannya Pengelolaan PIP lebih ditingkatkan lagi, baik dari siswa yang menerima man­faat serta besaran nominal dana yang diterima oleh siswa.(efa)