BERITA UTAMA

Usai Disuntik MR Kedua, Yudha Sakit Parah

×

Usai Disuntik MR Kedua, Yudha Sakit Parah

Sebarkan artikel ini

SIJNJUNG, METRO – Yudhatul Hikmah (8), murid kelas 2 SDN 1 Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung kini hanya terbaring lemah. Dia harus mendapatkan perawatan medis yang intensif di RSUP M Djamil Padang. Kerap kali ia menangis karena rasa sakit di sekujur badannya.
Kondisi kesehatan bocah malang yang akrab dipanggil Yudha tersebut sangat jauh berbeda dari anak-anak seumurannya. Anak dari pasangan Eki Yuhendra (32) dan Yuli Mardona (30), warga Sumpur Kudus itu diduga akibat mendapatkan suntikan vaksin Measles Rubella (MR) sebanyak dua kali pada beberapa bulan lalu.
Meskipun masih belum diketahui secara medis apa penyakit yang dideritanya, Eki Yuhendra menceritakan, kondisi kesehatan anak mulai memburuk usai dilakukan suntikan vaksin MR yang kedua kalinya.
“Anak saya awalnya sehat-sehat saja, bahkan jarang sakit. Tapi setelah adanya suntikan vaksin Rubella yang kedua kali, kondisi kesehatannya memburuk. Badannya kurus, perut buncit dan tidak mau makan. Dia sering mengerang kesakitan,” tutur Eki, Jumat (1/3).
Eki mengisahkan kronoligis dan apa yang dialami anaknya. Kejadian itu bermula saat adanya program penyuntikan vaksin MR oleh Dinas Kesehatan Sijunjung yang turun ke sekolah SDN 1 Sumpur Kudus, tempat Yudha bersekolah.
Kedatangan petugas kesehatan yang pertama untuk melakukan penyuntikan vaksin MR, tidak banyak diikuti oleh siswa di sekolah tersebut, sehingga pihak kesehatan kembali melakukan penyuntikan setelah memberikan sosialisasi lebih lanjut dan melakukan suntikan ulang berselang satu bulan kemudian.
”Saya mengetahui kalau anak saya sudah disuntik pada tahap yang pertama. Saya ada datanya, karena saya bekerja di sekolah itu sebagai penjaga sekolah. Saat itu anak saya tidak lari, karena dia tidak takut dengan jarum suntik. Namun, berselang sekitar satu bulan kemudian saya kaget karena anak disuntik kembali. Saya sempat protes dan marah-marah saat itu, kenapa anak saya disuntik dua kali,” ungkapnya.
“Saya benar-benar marah dan tidak terima saat mengetahuinya. Saya tahu siapa yang menyuntik anak saya yang kedua kali. Bahkan pihak kesehatan dan sekolah meminta maaf kepada saya saat itu. Mereka mengakui kalau anak saya telah disuntik dua kali, dan mereka pun datang kerumah saya. Semenjak itulah kondisi kesehatan anak saya memburuk, sampai saat ini,” jelasnya.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Yudha berobat ke rumah sakit, karena sebelumnya sempat terkendala biaya dan belum memiliki kartu BPJS.
“Saya bawa ke RSUD Sijunjung, dan sempat dirawat disana. Akhirnya kami upayakan agar dirujuk ke Padang, sembari menunggu kartu BPJS keluar. Alhamdulillah, pada Jumat (1/3) kemarin anak saya sudah masuk di M. Djamil Padang dan mendapat perawatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada sanak saudara dan semua pihak yang telah membantu kami hingga saat ini,” tambahnya.
Namun emosi ayah dari dua anak tersebut sempat tersulut saat mengetahui kalau pihak Dinas Kesehatan membantah bahwa tidak mungkin terjadi penyuntikan vaksi dua kali. “Saya mengetahui semuanya pak, saya ada disana, datanya ada sama saya. Kalau mereka tidak mengakui, itu hanya untuk melindungi instansinya. Tapi ayo kita saling berhadapan mengungkap kebenarannya. Saat ini saya hanya fokus pada penyembuhan anak saya terlebih dahulu,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, Ezwandra didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Azmardan membantah kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan audit dan pengecekan atas kejadian ini.
“Tidak mungkin terjadi penyuntikan dua kali, karena telah kami cek. Pada penyuntikan yang pertama tidak ada nama anak tersebut, hanya 8 orang anak yang disuntik saat itu, dan dilakukanlah penyuntikan kedua,” tutur Ezwandra, Jumat (1/3).
Katanya, secara teori penyuntikan vaksin MR hanya berdampak demam dan berlangsung sekitar 2-3 hari saja. “Kita juga tidak bisa memastikan apa penyebab penyakit anak ini. Karena itu perlu hasil labor dan diagnosa dokter. Kita juga tidak mengetahui apa dampaknya jika terkena suntik vaksin MR ini dua kali,” jelas kepala dinas.
Ezwandra mengatakan, meskipun demikian pihaknya telah memberikan dampingan dalam membantu proses untuk penanganan medis Yudha.
“Kita dampingi dari awal, hingga pengurusan BPJS-nya kita bantu. Dan kemarin kita utus anggota untuk menyerahkan kartu BPJS yang bersangkutan ke Padang. Terkait apa penyebabnya, kita tunggu hasil dan pernyataan resmi dari dokter,” tambahnya.
Kini Yudha tengah mendapat perawatan intensif di M. Djamil Padang. Keceriaan, masa bermain dan bersekolah yang seharusnya menjadi haknya, harus terenggut dengan kondisi kesehatannya saat ini. Sejumlah pihak memberikan dukungan secara moril dan materil kepada keluarga Yudha demi kesembuhan, dengan harapan bocah kelas 2 SD tersebut bisa menikmati kembali apa yang menjadi haknya. (ndo)

Baca Juga  Terpeleset, Pelajar SD Tewas Tenggelam