SOLOK/SOLSEL

Dukung Percepatan Pencegahan Stunting, DPPKB Jalin Kerja Sama dengan Kemenag

×

Dukung Percepatan Pencegahan Stunting, DPPKB Jalin Kerja Sama dengan Kemenag

Sebarkan artikel ini
KERJA SAMA— Kepala DPPKB Kota Solok, Ardinal melakukan kerja sama dengan Kemenag dalam rangka mendukung percepatan pencegahan stunting di Kota Solok. Kerjasama itu terkait penguatan upaya pendampingan bagi remaja dan calon pengantin.

SOLOK, METRO–Dalam rangka mendukung percepatan pencegahan stunting di Kota Solok, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok menjalin kerjasama sama dengan Kemenag Kota Solok.  Kerjasama itu terkait penguatan upaya pendampingan bagi remaja dan calon pengantin yang ada di Kota Solok.

Kepala DPPKB Kota Solok, Ardinal mengatakan penguatan upaya pendampingan bagi remaja dan calon pengantin ini merujuk kepada Kesepakatan bersama antara Kementerian Agama RI dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

“Dan kerjasama ini tentang pelaksanaan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin,” ucap Ardinal.

Baca Juga  Kepsek dan Pengelola Perpustakaan Ikuti Rakor

Menurut  Ardinal, hal ini sebagai bentuk upaya pen­cegahan stunting dari hulu kepada remaja dan calon pengantin sebagai calon orangtua masa depan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik. Mungkin dalam menghindari bahaya stunting pada anak.

Hal lain yang juga akan dilakukan adalah pendekatan kepada lembaga Pendidikan Madrasah dan Lembaga Agama/Keagamaan da­lam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Harapannya, melalui MoU ini DPPKB dan Kemenag dapat meningkatkan penjaringan dan pendampingan kepada Catin Kota Solok sedari diri sehingga para catin dapat mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin dari segi kesehatan, mental dan juga pe­ngetahuan untuk melahirkan anak-anak generasi emas yang mampu terhindar dari bahaya stunting ke depannya,” kata Kepala DPPKB Ardinal.

Baca Juga  Tingkat Provinsi Sumbar, Wako Solok Zul Elfian Hadiri Malam Puncak Hargnas Ke 30

Adapun fokus Intervensi stunting kata Ardinal,  yang akan dilakukan oleh DPPKB dengan Kantor Kemenag ke depannya berada pada tataran intervensi sensitif.  Ini lanjutnya meliputi edukasi penyiapan kehidupan catin sebagai calon orang tua sebelum menikah.

Edukasi peningkatan pemahaman dan kesadaran catin tentang pentingnya pola hidup sehat dan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) pada anak sangat penting.  “Fasilitasi calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan ju­ga sebagai bagian dari pelayanan nikah dan pencegahan stunting,” terangya. (vko)