METRO PADANG

Beri Tausyiah 1 Muharram di Kototangah, Mulyadi Muslim: Mari Hijrah dengan Ikhlas

×

Beri Tausyiah 1 Muharram di Kototangah, Mulyadi Muslim: Mari Hijrah dengan Ikhlas

Sebarkan artikel ini
TAUSYIAH 1 MUHARRAM— Sekretaris MUI Kota Padang Buya  Mulyadi Muslim, memberi tausyiah di Masjid Raya Kayu Kalek, Kecamatan Kototangah. 

 KAYUKALEK, METRO–Momentum 1 Muhharam, berhijrahlah de­ngan ­niat ­ikhlas­ ­karena Allah. Begitulah yang digelorakan Buya Mulyadi Muslim dalam peringatan 1 Muharram di Masjid Raya Kayu Kalek, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (19/7) lalu.

Dalam takbligh akbar ini pengurus Masjid Raya Kayu Kalek mendatangkan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Bu­ya  ­Mulyadi Muslim yang juga seorang tokoh masyarakat Kototangah itu. Dai yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Dalam tausyiahnya Buya Mulyadi mengangkat tema hijrah dengan ikhlas. Mulyadi menyampaikan kepada ja­maah Masjid Kayu Kalek, berhijrahlah dengan ikhlas, maka Allah SWT akan beri kemudahan dari segala hal. Hal itu telah terbukti dan diyakini umat Islam.

Baca Juga  PT Peringati HUT ke-65 Pengambilalihan Pabrik, Semen Padang Panen Perdana Kaliandra di Area Reklamasi Bekas Tambang

“Dengan momentum pe­ringa­tan 1 Muharram hendak­nya umat Islam, akhlak dan perilakunya lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena itu adalah hal yang diinginkan saat kita memeringati tahun baru Islam,” kata calon anggota DPRD Kota Padang Dapil 1, Kecamatan Kototangah ini.

Salah satu contohnya, kata dosen dan guru di Perguruan Islam Ar Risalah ini, yang sebelumnya  tindak pernah shalat, sedekah dan lainnya harus berubah lebih baik. “Ma­ri membiasakan menunaikan shalat wajib dengan tepat waktu dan bersedekahlah serta menjalankan amalan-amalan sesuai dengan yang diperintahkan karena Allah. Karena itu semua akan memudahkan urusan kita di dunia dan di akhirat,” kata Buya Mulyadi.

Baca Juga  Semua OPD Diimbau Pakai Data Disdukcapil

Tabligh akbar dalam memperingati I Muhharam ini dihadiri ratusan jamaah. Mulyadi Muslim juga memberikan al Quran dan sovenir  terbuat dari kulit pohon kurma pada anak anak atau jamaah yang bisa menjawab pertanyaan ten­tang  ­isi tausyiah yang disampaikan. “Ini adalah cara kami mengapresiasi anak-anak dan jamaah yang ikut memeringati tahun baru Islam,” katanya. (r)