SOLOK/SOLSEL

Pasar Pabukoan di Solok Cukup Ramai Dikunjungi Pembeli

×

Pasar Pabukoan di Solok Cukup Ramai Dikunjungi Pembeli

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Solok Zul Elfian.

SOLOK, METRO–Selama bulan puasa, memang cukup banyak masyarakat ekonomi kreatif yang memanfaatkan peluang bulan puasa ini untuk mengais rezeki. Ham­pir di setiap sudut kota, banyak pedagang makanan dan minuman untuk pabukoan menjajalkan dagangannya.

Apalagi di Kota Solok memang ada pasar pabukoan yang ditempati pedagang makanan dan minuman. Pasar untuk pabukoan ini cukup ramai dikunjungi pembeli.

Berbagai makanan pabukoan dan kebutuhan lauk-pauk tersedia dengan berbagai rasa. Bahkan se­tiap bulan puasa, kawasan yang berada dijalan Ceng­keh, Kota Solok itu berobah menjadi pasar pabukoan.

Baca Juga  Diisolasi 2 Bulan, Pasien Covid Sembuh

Meski menjadi peluang bagi masyarakat ekonomi kreatif mencari tambahan rezeki dibulan puasa de­ngan menjual makanan dan minuman untuk pabukoan, namun para pedagang ma­kanan dan minuman juga hendaknya mem­perhatikan factor kesehatan dagangan mereka .

Untuk itu Wali Kota Solok, Zul Elfian mengatakan, selain mengawasi pedagangmakanan dan minuman, Pemerintahan Kota (Pemko) Solok melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Koperindag Kota Solok diharapkan agar memberikan pembinaan kepada para pedagang di pasar pabukoan. Tujuannya agar pelaku ekonomi kreatif ini, juga dapat ber­kembang usahanya se­hingga mendatangkan peng­hasilan bagi keluarga mereka.

Baca Juga  Semarak Takbir Menggema, Pemko Solok Gelar Pawai Sambut Idul Adha 1447 H

Dinas Kesehatan dan Dinas Koperindag harus mampu memberikan pembinaan terhadap para pe­dagang makanan dan minuman agar usaha ma­syarakat ekonomi kreatif ini dapat berkembang. Ter­kadang untuk mengejar keuntungan, para pedagang makanan dan minuman jangan sampai menjual makanan dan minuman untuk pabukoan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan ma­syarakat pembeli.

“Disini selain melakukan pengawasan agar para pedagang makanan dan minuman khususnya untuk makanan pabukoan tidak menggunakan bahan yang membahayakan kesehatan pembeli, pembinaan terhadap para pedagang juga perlu dilakukan,” ujar­nya. (vko)