BUKITTINGGI, METRO-Sebanyak 700 pesilat dari Kota Bukittinggi dan wilayah Agam Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bukittinggi di GOR Bermawi, Kamis (18/6).
Kejuaraan tersebut menjadi ajang silaturahmi antarperguruan silat sekaligus wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan untuk berlaga di tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Pelaksana Kejuaraan, Yuliana Fatimah, menjelaskan, kegiatan ini sengaja digelar untuk mempererat hubungan antarperguruan pencak silat yang ada di Bukittinggi dan Agam Timur. Selain itu, kompetisi juga menjadi sarana menjaring pesilat berbakat yang akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi.
“Sebanyak 700 peserta mengikuti kejuaraan pencak silat yang berasal dari Bukittinggi dan Agam Timur. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan dan penjaringan atlet berbakat yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi. Kami berharap melalui kompetisi ini lahir pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” ujar Yuliana.
Menurutnya, antusiasme peserta yang cukup tinggi menunjukkan bahwa olahraga pencak silat masih menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati masyarakat, khususnya generasi muda di daerah.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat berlatih dan memperkuat persaudaraan di kalangan insan pencak silat.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Kota Bukittinggi, Beny Yuneldi, mengapresiasi IPSI Kota Bukittinggi yang konsisten menyelenggarakan kejuaraan pencak silat sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah.
Ia menilai, kompetisi seperti ini memberikan ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan teknik, mental bertanding, serta menambah pengalaman yang sangat dibutuhkan dalam proses menuju prestasi.
“Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus IPSI Bukittinggi. Ini merupakan kegiatan yang positif dalam mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mempersiapkan atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Kota Bukittinggi di berbagai ajang kompetisi,” kata Beny.
Pemerintah Kota Bukittinggi, lanjutnya, mendukung berbagai upaya pembinaan olahraga yang dilakukan organisasi cabang olahraga, termasuk pencak silat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa.
Di sisi lain, Ketua IPSI Kota Bukittinggi yang juga anggota DPRD Kota Bukittinggi, Yerry Amiruddin, menyampaikan apresiasinya atas semangat para pesilat yang terus berlatih di masing-masing perguruan.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting dalam membangun prestasi dan menciptakan regenerasi atlet pencak silat di Kota Bukittinggi.
“Kami dari IPSI Bukittinggi tentu merasa perlu untuk mengangkat perlombaan ini, sehingga menambah semangat berlatih dan bertanding bagi para atlet. Melalui kejuaraan ini, kami berharap semangat bertanding para atlet semakin meningkat sekaligus menjadi sarana mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi rangkaian dalam peringatan 100 tahun Jam Gadang,” ungkap Yerry.
Ia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir pesilat-pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bukittinggi di tingkat provinsi maupun nasional. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat eksistensi pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya yang patut dilestarikan. (pry)






