AGAM, METRO— Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Muhammad Lutfi AR, menyalurkan bantuan non-tunai dari Palang Merah Indonesia (PMI) kepada warga terdampak bencana. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Agam dan dihadiri perwakilan penerima dari sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan tersebut menyasar 544 kepala keluarga yang tersebar di lima kecamatan, yakni Tanjung Mutiara, Palembayan, Tanjung Raya, Matur, dan IV Koto. Setiap keluarga menerima dana bantuan sebesar Rp1 juta. Proses pencairan dilakukan melalui jaringan layanan Pos Indonesia agar memudahkan masyarakat.
Dalam sambutannya, Muhammad Lutfi AR menyampaikan apresiasi atas konsistensi PMI membantu masyarakat Agam sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan. Menurutnya, kolaborasi lembaga kemanusiaan sangat meringankan beban pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.
“Bantuan yang diberikan PMI sangat berarti bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, pemerintah daerah tidak sendiri. PMI bersama berbagai lembaga kemanusiaan lainnya turut hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap dana yang diterima dapat dimanfaatkan secara bijak untuk kebutuhan mendesak keluarga. Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit serta memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah musibah yang terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PMI, Hidayatul Irwan, menjelaskan bahwa bantuan non-tunai ini merupakan bagian dari program kemanusiaan yang disalurkan serentak di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bantuan ini bersumber dari dana kemanusiaan yang dihimpun PMI dari masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan dari para donatur di luar negeri. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang telah mendukung serta memfasilitasi proses distribusi bantuan. Sinergi tersebut dinilai mempercepat penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Selain bantuan non-tunai, PMI juga menyiapkan program Rumah Tumbuh bagi korban bencana yang belum terakomodasi program hunian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program ini ditujukan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hunian akan dibangun di atas lahan milik penerima bantuan dengan sejumlah persyaratan. Lokasi pembangunan harus berada di kawasan aman serta tidak termasuk zona rawan bencana.
Program Rumah Tumbuh diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman. Dengan hunian baru tersebut, warga diharapkan dapat memulai kembali kehidupan secara lebih tenang dan produktif. (pry)






