Mendukung dan mewujudkan program unggulan pemerintah Kota Pariaman Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, kemarin, sebanyak 24 orang peserta ikuti pelatihan merajut yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman. Pelatihan pembuatan rajutan yang digelar selama tiga hari ini langsung dibuka Walikota Pariaman Yota Balad, sekaligus secara simbolis menyerahkan bantuan bahan rajutan kepada peserta pelatihan.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan selama ini yang di dengar pembuatan rajutan ini terkenal dari Desa Taluak dan Desa Marunggi saja, tapi beliau ingin semua ibu rumah tangga ataupun wanita yang belum bekerja di Kota Pariaman ini bisa mempunyai salah satu keahlian yang bisa menghidupkan industri dalam rumah tangga sehingga bisa menunjang perekonomian mereka.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat khususnya perempuan dalam menciptakan produk yang diminati seperti tas, sarung bantal, sarung hp, apalagi bisa menciptakan produk rajutan yang menggambarkan ciri khas daerah seperti gambar tabuik,” ujar Yota Balad.
“Saya ingin peserta rajutan ini menciptakan karya unik yang menggambarkan ciri khas Kota Pariaman sehingga produk tersebut bisa dikenali dengan baik seperti gantungan kunci yang dirajut menyerupai gambar tabuik dan nantinya produk-produk tersebut dipajang di galeri dekranasda untuk dipasarkan,” tegas Yota Balad.
Beliau menghimbau Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman selalu memberikan pengawasan, pemantauan dan pembinaan kepada peserta dan UMKM lainnya sejauh mana pelatihan dan produk-produk yang dihasilkan dikembangkan, apa kekurangan dan kelebihannya sehingga mereka bisa membuat dan menghasilkan produk yang berdaya jual tinggi dan menjadi kebanggaan Kota Pariaman.
“Saya berharap usaha yang ibu-ibu lakukan bisa meningkatkan perekonomian keluarga nantinya sekaligus juga bisa meningkatkan perekonomian Kota Pariaman dan ikuti selalu ivent-ivent yang digelar di Kota Pariaman. Kami berkomitmen untuk terus mengadakan program-program serupa sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM di Kota Pariaman,” tandas Walikota Yota Balad mengakhiri. (***)






