METRO PESISIR

22 Warga Binaan Lapas Pariaman Resmi Sandang Ijazah Kelulusan

×

22 Warga Binaan Lapas Pariaman Resmi Sandang Ijazah Kelulusan

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN IJAZAH—Wali Kota Pariaman Yota Balad serahkan ijazah paket untuk 22 WBP Lapas II B Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Sebanyak 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (W­BP) Lapas Kelas II B Pariaman, kemarin, menerima ijazah paket A, B dan C yang diserahkan oleh Walikota Pariaman, Yota Ba­lad, di Mushala Lapas Kelas II B Pariaman. Wali Kota Pariaman Yota Balad me­nyampaikan apresiasi se­tinggi-tingginya kepada Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman dan jajaran, serta Dinas Pendidikan, atas kolaborasi yang luar biasa. Program integrasi pendi­dikan di dalam Lapas ini ada­lah investasi kemanusiaan yang sangat berharga. Terima kasih telah memanusiakan manusia dan memberikan harapan bagi mereka.

“Saya secara pribadi merasa sangat bangga dan terharu melihat semangat saudara-saudara sekalian dalam menyelesaikan jenjang pendidikan meski berada di dalam masa pembinaan. Pendidikan adalah hak segala bangsa, tanpa memandang status sosial maupun kondisi fisik. I­jazah ini menjadi bukti bahwa berada di balik jeruji besi bukanlah penghalang untuk tetap produktif dan menimba ilmu,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pariaman telah menjalin kerja­sama dibidang pendidikan sejak Tahun 2023 dengan Lapas Kelas II B Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, Pemko Pariaman juga memastikan bahwa saat WBP kembali ke ma­sya­rakat nanti, mereka akan membawa bekal kete­ram­pilan dan akademis yang sah untuk mencari nafkah dan membangun kehidupan yang bermartabat.

Baca Juga  Kurangi Kenakalan Remaja, O2SN untuk Cetak Generasi Atlet Berprestasi

“Dengan ijazah Paket A, B, atau C, para warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan saat kembali ke masyarakat nanti. Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya koordinasi dalam memberikan layanan pendidikan inklusif di Kota Pa­riaman,” tambahnya.

Pendidikan kesetaraan sangat membantu dalam proses rehabilitasi dan meningkatkan rasa percaya diri para warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik. Lapas Kelas II B Pariaman pada Tahun 2023 sampai 2025, telah meluluskan 66 orang WBP dan Tahun 2026 terda­pat 47 orang warga binaan yang sedang me­nempuh proses pembelajaran.

“Selamat kepada seluruh lulusan Paket A, B, dan C. Teruslah belajar, karena belajar tidak mengenal ruang dan waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan ma­sya­rakat. Kepada yang masih belajar, teruslah bersemangat karena tiada kata akhir untuk belajar. Ingat dengan pepatah, tuntutlah ilmu sampai keliang lahat,” pesannya.

Baca Juga  3 Bersaudara Derita Tulang Rapuh terus Dibantu

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Pariaman, Boy Irfan Arslan, memberikan apresiasi dan me­ngu­capkan terima kasih kepada Pemko Pariaman atas program yang sangat luar biasa ini. Kerja sama ini ada­lah wujud nyata dari konsep restorative justice dan reintegrasi sosial, di mana negara hadir untuk membina, bukan sekadar menghukum.

“Ini bentuk dukungan moral yang luar biasa bagi kami dan khususnya bagi para Warga Binaan. Kami di Lapas Pariaman memiliki prinsip bahwa tembok penjara boleh membatasi gerak, tapi tidak boleh mem­batasi masa depan. Kepada warga binaan, hari ini adalah bukti bahwa kerja keras dan niat untuk berubah itu membuahkan hasil. Ijazah yang saudara terima hari ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik. Jangan pernah merasa malu de­ngan masa lalu. Jadikan ijazah ini sebagai modal untuk kem­bali ke ma­sya­rakat de­ngan wajah tegak, menjadi pribadi yang man­diri, dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sa­ma, “ tambahnya mengakhiri. (efa)