BERITA UTAMA

100 Penyair Dunia Meriahkan Malam Pembacaan Puisi di Jam Gadang

×

100 Penyair Dunia Meriahkan Malam Pembacaan Puisi di Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
PEMBACAAN PUISI— 100 penyair dari berbagai dunia, membacakan puisi dalam rangkaian IMLF ke 4 tahun 2026 di Pedestrian Jam Gadang, pada Sabtu (6/6) malam. Kegiatan ini tidak diramaikan bagi peserta saja namun juga diramaikan masyarakat dan pengunjung Bukittinggi ini.

BUKITTINGGI, METRO–Pedestrian Jam Gadang dipenuhi nuansa sastra dan budaya saat 100 pe­nyair dari berbagai negara tampil membacakan karya puisi dalam rangkaian International Minang­kabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 Tahun 2026, Sabtu (6/6) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang itu tidak hanya menarik perhatian para peserta festival, tetapi juga disambut antusias oleh masyarakat serta wisatawan yang memadati kawasan ikon Kota Bukittinggi tersebut.

Ketua IMLF, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival literasi internasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak menjadi faktor penting dalam kesuksesan penyelenggaraan IMLF tahun ini. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan yang luar biasa, sehingga pelaksanaan IMLF ke-4 dapat berlangsung dengan meriah dan sukses. Serta IMLF ke-4 juga menjadi bagian dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ujar Sastri.

Baca Juga  Tolak Penertiban, Pedagang Acungkan Pisau & Pol PP Disiram Air

Ia menjelaskan, IMLF 2026 diikuti lebih dari 250 delegasi yang berasal dari 38 negara. Kehadiran para peserta dari berbagai belahan dunia menjadikan Bukittinggi sebagai pusat pertemuan budaya, literasi, dan diplomasi masya­rakat internasional selama festival berlangsung.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menilai penyelenggaraan IMLF semakin memperkuat posisi Jam Gadang sebagai ikon yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Menurutnya, Jam Gadang memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai simbol perjuangan sekaligus penggerak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi. “Semoga dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang diharapkan memberikan motivasi yang kuat bagi pemerintah untuk terus membangun Kota Bukittinggi, meningkatkan pe­layanan publik serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bukittinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  3.628 Diperiksa, 26 Warga Sumbar Terinfeksi Corona

Malam pembacaan puisi tersebut sekaligus menjadi penutup resmi pelaksanaan IMLF ke-4 Tahun 2026. Meski demikian, rangkaian kegiatan perayaan 100 Tahun Jam Gadang masih berlanjut dengan penyelenggaraan International Jam Gadang Fun Run yang dijadwalkan diikuti sejumlah menteri, wakil menteri, serta para duta besar dari berbagai negara.

Kehadiran ratusan de­legasi internasional dan berbagai agenda berskala global dalam IMLF 2026 semakin menegaskan posisi Bukittinggi sebagai salah satu pusat kegiatan budaya dan literasi internasional di Indonesia. (pry)